10 Tim Maju ke Semifinal Lomba Debat
Olimpiade membaca APBN 2009 untuk wilayah Bali makin diminati siswa SMA sederajat. Buktinya, jumlah tim yang ikut serta dalam lomba debat mengalami peningkatan 30 persen dari tahun lalu. Hal serupa terjadi untuk lomba menulis artikel APBN.
Ketua Panitia dari SPS Pusat Asmono Wikan usai pembukaan lomba membaca APBN wilayah Bali, Selasa (26/5) kemarin mengungkapkan, tahun ini lomba debat diikuti 27 tim dan lomba artikel 37 siswa dari puluhan SMA se-Bali. Lomba dibagi tiga babak yakni penyisihan, semifinal dan final. Lomba digelar di 10 daerah, di Bali terselenggarakan atas kerja sama Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat, Bali Post dan Depkeu. Wakil tiap daerah maju ke grandfinal yang akan diadakan di Jakarta.
Pada babak penyisihan kemarin, dipilih 10 tim yang masuk babak semifinal yang akan bersaing, Rabu ini. Tim tersebut SMAN 4 (A), SMAN 3 (B), SMA Dwijendra (A), SMAN 4 (B), SMAK Soverdi, SMAN 6 (A), SMAN 1 (A), SMAK Santo Yoseph, SMAN 7 (A) dan SMAN 3 (A). Soal kualitas, Asmono mengakui peserta dari Bali selalu diperhitungkan di tingkat nasional. Bahkan ia berani mengatakan kemampuan mereka menyamai mahasiswa semester VI. Tahun lalu tim debat Bali meraih juara harapan II dan juara II di lomba artikel. Tahun ini ia melihat peluang tetap ada, terutama pada karya tulis yang mengangkat peran kearifan lokal.
Kepala Biro Humas Depkeu Harry Z. Soeratin mengharapkan siswa menyebarluaskan informasi APBN ini kepada teman sejawatnya. Apalagi, materi APBN ini bisa dipakai sumber pembelajaran. Ke depan tema masih bisa dikembangkan dan melibatkan lebih banyak siswa di kabupaten.
Sementara itu, Gubernur Bali dalam sambutan tertulisnya dibacakan Asisten III Sekwilda, Sudjana menyambut baik terselenggaranya lomba membaca APBN bagi siswa SMA/SMK se- Bali. Selain bisa dipakai ajang kompetisi, juga bagus untuk mengangkat potensi siswa dalam meningkatkan minat baca di kalangan anak muda.
Dewan juri juga menentukan 10 finalis lomba artikel yang akan diuji, Rabu ini yakni Eka Putri Wulandari, Made Suardana, I.B. Reza, I.A. Pretty Sari Pratiwi, Dwi Indrayani, Cahyadi Putra, Ardyka, Karina Setyawati, Kristayani dan Wiwik Artina Dewi.
Sumber : Bali Post