Menu

12.259 Siswa SD di Denpasar Kembali Dijajal "Try Out"

  • Rabu, 01 April 2009
  • 717x Dilihat
12.259 Siswa SD di Denpasar Kembali Dijajal
Mulai Rabu (1/4) hingga Sabtu (4/4) mendatang, tercatat 12.259 siswa SD negeri/swasta se-Kota Denpasar mengikuti try out (ujian pemantapan). Try out yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Denpasar ini guna mengukur kesiapan siswa SD menghadapi ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) Mei mendatang. Dihubungi DenPost, SeIasa (31/3) kemarin, Kabid Dikdas Disdikpora Kota Denpasar, Drs. I.B Alit didampingi Kasi Kurikulum, I Nyoman Sudriarta, S.Pd., mengatakan format try out ini sama persis dengan try out yang digelar Disdikpora Propinsi Bali sebelumnya. IB Alit menyebutkan, pada try out ini selain menguji tiga mata pelajaran yang di-UASBN-kan, yakni bahasa Indonesia, matematika dan IPA, juga diujikan dua mata peIajaran yang diuji pada ujian akhir sekolah (UAS) , yakni PPKn dan IPS. Dengan begitu selama empat hari, para siswa SD akan memeras otak untuk menjawab soal-soal bahasa Indonesia, matematika, IPA, PPKn dan IPS yang merupakan mata pelajaran yang di-UASBN-kan dan diUAS-kan. IB Alit mengatakan, men¬genai teknis pelaksanaan try out, disesuaikan dengan peI¬aksanaan UASBN yang sesungguhnya. Disebutkannya, peserta try out diwajibkan mengerjakan soal-soal ujian yang berbentuk multiple choice (pilihan ganda). Untuk Bahasa Indonesia, jumlah soal terdiri dari 50 butir soaI, matematika dan IPA masing- masing 40 butir soal, sedangkan PPKN dan IPS masing- masing 50 butir . . "Mengingat try out ini difungsikan untuk mengukur kesiapan akhir siswa menghadapi UASBN dan UAS pengawasan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah kami harapkan benar-benar serius," tegasnya. IB Alit menyebutkan, hasil try out sudah bisa diketahui paling lambat dua minggu setelah selesai pelaksanaan try out. Dengan begitu, pihak sekolah masih memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk menggenjot siswa pada mata pelajaran-mata pelajaran yang dinilai masih lemah. Berdasarkan prosedur operasional standar (POS) UASBN. untuk jenjang pendidikan SD /MI, kata dia, UASBN merupakan ujian nasional yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan pelaksanaan ujian sekolah untuk SD /MI. Meskipun diembel-embeli dengan "atribut" berstandar nasional, 75% soal UASBN SD ditetapkan oleh penyelenggara UASBN tingkat propinsi berdasarkan spesifikasi soal yang ditetapkan oleh BSNP. Sedangkan 25% soal lagi ditetapkan oleh BNSP dan berlaku secara nasional. Di mana wewenang untuk me¬nentukan kelulusan siswa pada UASBN tetap berada di tangan sekolah. Sumber : DenPost