38 Siswa SMP Tak Lulus UN
Berbeda dengan jenjang SMA/MA yang kebanyakan peserta ujian nasional (UN) di Bali tidak lulus karena jatuh pada mata pelajaran bahasa Indonesia, untuk jenjang SMP/MTs, ke-38 siswa SMP/MTs yang tak lulus UN 2011 dikarenakan nilai akhir (NA) UN mereka jeblok.
Kadisdikpora Propinsi Bali, Drs. IB Anom mengatakan, NA itu gabungan dari nilai ujian nasional (NUN) dan nilai sekolah (NS). Jadi, setelah digabung, NA ke-38 siswa itu tidak memenuhi syarat kelulusan. dilihat dari nilai tertinggi dan terendah nilai akhir (NA) peserta UN SMP/MTs kali ini, nilai tertinggi pada mata pelajaran bahasa Indonesia mencapai 9,40 dan terendah 2,90. Nilai tertinggi bahasa Inggris 9,90 dan terendah 4,20. Nilai tertinggi Matematika 10,00 dan terendah 3,60. Nilai tertinggi IPA 9,90 dan terendah 3,70.
Sementara itu, nilai tertinggi dan terendah UN murni yakni bahasa Indonesia tertinggi 9,80 dan terendah 1,80. Bahasa Inggris tertinggi 10,00 dan terendah 2,20. Matematika tertinggi 10,00 dan terendah 1,50. Nilai tertinggi IPA 10,00 dan terendah 2,00, ujarnya.
Dilihat dari prestasi perseorangan berdasarkan nilai akhir (NA), siswa SMPN 1 Sukawati Putu Bagus Darmayasa tercatat sebagai peraih NA tertinggi se-Bali dengan nilai 38,60. Peringkat kedua ditempati I Komang Mahendra Putra (SMPN 2 Amlapura) dengan nilai 38,20. Sedangkan peringkat ketiga diraih Putu Inda Pratiwi (SMPN 10 Denpasar), Ida Bagus Ari Sudewa (SMP Saraswati 1 Denpasar), Luh Putu Nadia Rizki Utami (SMPN 1 Sukawati), Nilna Fauzia (SMPN 1 Sukawati), Henry Wijaya (SMPN 1 Negara), Diah Indira Maha Putri (SMPN 1 Kuta) dan Putu Rika Juwitareni (SMPN 1 Kuta) yang sama-sama meraih nilai komulatif 38,10.
Sedangkan siswa peraih nilai tertinggi berdasarkan UN murni, siswa SMPN 3 Denpasar atas nama I Made Aditya Pramartha tercatat sebagai peraih nilai UN murni tertinggi se-Bali dengan nilai komulatif 39,10. Peringkat kedua ditempati Ni Made Ayu Suryantari (SMPN 2 Amlapura) dengan nilai komulatif 38,90. Sedangkan peringkat ketiga diraih Putu Bagus Darmayasa (SMPN 1 Sukawati), I. Gst Ag. Wahyu Narendra (SMPN 1 Mengwi) dan Ni Made Widyanthi (SMPN 1 Mengwi) yang sama-sama meraih nilai komulatif 38,75.
Dilihat dari jumlah nilai rata-rata nilai akhir (NA) per sekolah, SMPN 1 Denpasar mencatat prestasi terbaik se-Bali dengan jumlah nilai rata-rata 36,71. Diikuti SMPN 1 Sukawati (36,25), SMPN 3 Denpasar (36,18), SMPN 10 Denpasar (36,07), SMPN 1 Kuta (35,84), SMPN 12 Denpasar (35,79), SMPN 2 Amlapura (35,71), SMPN 9 Denpasar (35,68), SMPN 2 Sukawati (35,51) dan SMPN 1 Gianyar (35,50).
Sedangkan dilihat jumlah nilai rata-rata UN murni per sekolah, SMPN 1 Denpasar juga mencatat prestasi terbaik dengan jumlah nilai rata-rata 37,61. Diikuti, SMPN 1 Sukawati (37,20), SMPN 3 Denpasar (37,13), SMPN 10 Denpasar (36,94), SMPN 12 Denpasar (36,39), SMPN 7 Denpasar (36,30), SMPN 1 Mengwi (36,28), SMPN 2 Sukawati (36,19), SMPN 2 Amlapura (36,16) dan SMPN 1 Kuta (36,16).
Seperti diberitakan sebelumnya, 38 orang peserta ujian nasional (UN) SMP/MTs se-Bali dinyatakan tidak lulus. Dari 56.690 orang siswa SMP yang tercatat mengikiti UN, sebanyak 56.652 orang (99,93 persen) berhasil lulus. Sedangkan 38 orang (0,07 persen) lagi dinyatakan gagal meraih standar nilai minimal kelulusan yang dipersyaratkan.
Dari 38 orang siswa yang tidak lulus UN tersebut, 33 orang peserta UN SMP dari Kabupaten Buleleng. Dari 9.530 orang jumlah peserta UN SMP di Buleleng, 33 orang (0,35 persen) dinyatakan tidak lulus. Selebihnya, 9.497 orang (99,65 persen) berhasil lulus. Sedangkan di Kabupaten Klungkung seorang tidak lulus dari 2.744 orang peserta UN SMP (persentase kelulusan 99,96 persen). Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Badung masing-masing dua orang siswa tidak lulus (persentase kelulusan 99,97 persen).
Pada UN kali ini lima kabupaten/kota yang tercatat berhasil meluluskan 100 persen yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Tabanan.