Disdikpora Gelar Kompetisi Bahan Ajar dan Kreativitas Belajar Siswa Berbasis ICT
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan kompetisi bahan ajar dan kreativitas belajar siswa berbasis ICT tingkat SMP, SMA dan SMK. Kegiatan yang diselenggarakan di UPT Rumah Pintar dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar, Ir. IGN Eddy Mulya, S.E., M.Si., Rabu (17/10).
Ketua Panitia, Drs. Made Merta, M.Si., dalam laporan yang dibacakan, Kasi TI Bina Program, I Ketut Dirga, ST, M.Si., mengatakan, kompetisi ini sejalan dengan program cyberschool yang merupakan salah satu program aksi Pemkot Denpasar pada Disdikpora Denpasar. Melalui kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan sekaligus membentuk kultur pembelajaran kreatif dan inovasi guru dan siswa untuk memperkaya media pembelajaran, dan menyemarakan content yang ada pada situs cyberschool. Kompetisi ini berlangsung hingga Sabtu (20/10) mendatang.
Dikatakan, sasaran lain kompetisi bahan ajar berbasis ICT ini dapat merangsang kesadaran guru akan pentingnya bahan ajar berbasis ICT. Muaranya dalam pembelajaran dapat berkontribusi untuk meningkatkan mutu proses dan pembelajaran. Demikian pula kompetisi kreativitas belajar siswa berbasis ICT diharapkan terbentuk student centered, dan melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, memberi apresiasi positif diselenggarakannya kompetisi ini. Guru-guru ia minta untuk lebih berinovasi dan kreatif dalam penyusunan formula bahan ajar. Artinya tidak terpaku pada konsep menjemukan dan membosankan bagi siswa. Dengan menggunakan bahan ajar berbasis ICT, ujar , IGN Eddy Mulya, akan tercipta bahan ajar yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Misalnya, disisipkan dengan musik atau gambar-gambar. Bahan ajar yang kreatif dan menyenangkan ini diharapkan akan memunculkan ketertarikan siswa mengikuti proses pembelajaran secara ringan, tapi melekat pada otak siswa.
Sedangkan lomba kreativitas belajar siswa berbasisi ICT, diharap Eddy Mulya mampu merubah paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). ‘’Kita dorong siswa mampu menciptakan video edukasi, sehingga akan menjadi muatan yang sangat menarik bagi proses transper edukasi,’’ ujarnya.