Menu

Dua Putaran, Pemilihan Kepala SMP Nasional Denpasar

  • Rabu, 22 Juli 2009
  • 770x Dilihat
Dua Putaran, Pemilihan Kepala SMP Nasional Denpasar
SMP Nasional Denpasar -- sekolah di bawah payung Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) -- menyelenggarakan pemilihan kepala sekolah periode 2009-2012, Selasa (21/7) kemarin di sekolah setempat. Tiga orang kandidat berlaga dalam pemilihan tersebut yakni Drs. Nyoman Sudana, Dewa Made Taman Surasemadi, S.Pd. dan Drs. Wayan Bagiasa. Proses pemilihan berjalan lancar dan demokratis, diawali dengan penyampaian visi dan misi di hadapan guru-guru, pegawai serta Pengurus Perdiknas. Namun, pemilihan itu sempat berjalan dua putaran, karena dua kandidat yakni Nyoman Sudana dan Dewa Made Taman Surasemadi mengantongi jumlah suara yang sama, sama-sama 7 suara. Sedangkan Wayan Bagiasa kebagian 3 suara. Setelah istirahat makan siang, pemilihan putaran kedua dilanjutkan. Dalam pemilihan itu Nyoman Sudana memperoleh 9 suara dan Dewa Taman 8 suara --hanya unggul satu suara. Begitu mengetahui lawannya unggul, Dewa Taman langsung memberi ucapan selamat kepada Nyoman Sudana. Kedua kandidat itu akan diusulkan ke Perdiknas untuk menggantikan Drs. Ketut Yudana yang telah dua periode menjadi Kepala SMP Nasional Denpasar. Menurut rencana, Kepala SMP Nasional yang baru akan dilantik 31 Agustus 2009. Ketua Panitia Pemilihan Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. didampingi Sekretaris Pemilihan Ketut Gida, S.H. mengatakan, proses pemilihan sudah berjalan amat demokratis. Pemilihan kepala sekolah dengan semangat demokratis ini sudah berlangsung sejak pemilihan kepada sekolah sebelumnya. Sebanyak 17 pemilih dari 18 orang yang tercatat sebagai pemilih, menggunakan hak suaranya dengan cara mencontreng kemarin. Nyoman Sri Subawa yang Bendahara Perdiknas ini mengatakan ketiga kandidat memiliki peluang yang sama. Visi dan misinya sama-sama bagus. Ia berharap siapa pun yang menjadi kepala sekolah, hendaknya mampu membawa SMP Nasional ke arah yang lebih maju. Program-programnya mesti didukung oleh para guru dan pegawai. Pengalaman kepala sekolah yang lama -- Ketut Yudana -- hendaknya mampu dijadikan panutan dalam memimpin SMP Nasional ke depan. ''Kami memandang kepemimpinan Pak Yudana cukup bagus. Pengalamannya kami harap tertular kepada penggantinya,'' katanya sembari mengatakan sistem yang telah dibuat Perdiknas hendaknya selalu diikuti meliputi sistem pelaporan, proses pembelajaran dan pengelolaan. Dengan demikian, SMP Nasional diharapkan lebih maju ke depan. Hal yang sama diungkapkan Ketua Perdiknas AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M. Ia berharap pemimpin baru mampu melanjutkan program-program pemimpin sebelumnya. Dengan melakukan inovasi-inovasi, SMP Nasional diharapkan bertambah maju -- baik secara kualitas maupun kuantitas. Pun, SMP Nasional mampu mencetak lulusan yang memiliki karakter (jati diri), selain cerdas secara akademik, emosional dan spiritual. Hal ini penting dalam rangka menghadapi arus gelobal. Sumber : BaliPost