Menu

Hasil "Try Out" SMA/SMK Babak-belur. Dua Sekolah tak lulus 100 Persen

  • Selasa, 07 April 2009
  • 1150x Dilihat
Hasil
HASIL try out (ujian pemantapan) ujian nasional (UN) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan. Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Denpasar wajib disikapi dengan serius oleh seluruh SMA/SMK di Denpasar. Pasalnya mayoritas peserta try out gagal meraih standar nilai minimal yang dipersyaratkan alias tidak lulus. Bila persiapan siswa-siswa tidak secepatnya dimantapkan, hasil try out yang babak-belur itu dikhawatlrkan berlanjut pada UN sesungguhnya pada 20 April mendatang. Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Si., Senin (6/4) kemarin, menyebutkan, persentase ketidaklulusan peserta try out UN memang cukup mencemaskan. Di jenjang pendidikan SMA program bahasa, jumlah peserta try out tercatat 405. Dan jumlah itu. hanya 51 orang (12,59%) dinyatakan lulus dan 354 orang (87.41%) gagal meraih standar nilai minimal kelulusan. Untuk SMA program IPA, jumlah peserta try out tercatat 3.502. Peserta yang tidak lulus tercatat 446 orang (12,74%) dan 3.056 orang (87.26%) dinyatakan lulus. Program IPS yang diikuti 1.901 orang peserta, angka ketidaklulusan mencapai 1.030 orang (54.18%) dan hanya 871 orang (45,82%) dinyatakan lulus. Di tingkat SMK, persentase ketidaklulusan juga masih sangat tinggi. Jumlah peserta try out SMK tercatat 3.858. Dari jumlah itu, hanya 1.802 orang (46.71 %) berhasil meraih standar nilai mininimal kelulusan dan 2.056 orang lagi (53.29%) dinyatakan gagal alias tidak lulus. "Hasil try out ltu juga menunjukkan bahwa seluruh mata pelajaran yang diujikan memiliki peluang yang sama besar membuat peserta ujian tersandung. Dengan kata lain, pihak sekolah wajib mematangkan persiapan anak didiknya pada seluruh mata pelajaran yang diujikan, tegas Wayan Supartha. Dia menambahkan, peserta ujian dinyatakan lulus jika berhasil mendapatkan nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Peserta UN diperkenankan mendapat nilai mininimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan nilai minimal 4.25 untuk mata pelajaran lainnya dengan rata-rata minimal 5.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujlkan. Khusus untuk SMK, nilai ujian kompetensi keahlian minimal 7.00 dengan nilai teori kejuruan minimum 4.00 di mana nilai uji keahlian digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN. "Pada try out ini, tipe maupun materi soal ujian pemantapan disusun sesuai dengan standar kompetensi kelulusan yang ditetapkan oleh Badan Nasional Standar Pendidikan (BSNP)," tambahnya. Dengan strategi ini, kata dia, pihak Disdikpora maupun SMA/SMK se-Denpasar akan bisa mengevaluasi pada bidang pelajaran apa saja siswa Bali berpeluang tersandung sehingga membuat mereka gagal pada UN. Selanjutnya, siswa akan digenjot secara lebih intensif pada mata pelajaran yang nilainya mengkhawatirkan. "Dari 26 SMA negeri/swasta dan 20 SMK negeri/swasta di Denpasar yang mengikuti try out UN, banyak sekali SMA dan SMK yang angka ketidaklulusan siswanya mencapai 100 persen. Bahkan, ada 2 SMA yang gagal mencapai kelulusan siswanya 100 persen," tandasnya. Sumber : Bali Post