Lulusannya Siap Kerja dan Melanjutkan
Tidak ada SMA di Bali yang menerapkan kurikulum murni SMA plus kurikulum murni SMK. Dua kekuatan inilah yang digabungkan di SMA PGRI 6 Denpasar mulai tahun ini untuk memberi peluang kepada lulusannya siap kerja dan melanjutkan studi.
Kepala SMA PGRI 6 Denpasar Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd., Rabu (3/6) kemarin mengungkapkan program pariwisata yang dulu berupa Room Divisian kini dikembangkan menjadi Akomodasi Perhotelan (AP). Kurikulumnya memakai AP di SMK secara murni. Ujiannya sama dengan di SMK yang berlaku secara nasional. Kedua, program FB diganti menjadi Jasa Boga dengan kurikulum sama di SMK dan program Komputer diganti menjadi Multimedia.
Ditegaskannya, inilah disebut dengan SMA murni plus kurikulum SMK murni. Alasannya, program SMA sebanyak 42 jam/minggu tak dikurangi. Justru siswa di sini siap mental belajar padat dari pagi hingga pukul 15.00 wita untuk mendapatkan tambahan 14-18 jam kurikulum SMK/minggu. 'Risikonya jam pelajaran padat, namun ini untuk kebaikan lulusan,' ujar Wiadnyana yang kini menempuh S-3 di Surabaya.
Sederhananya, tiap hari siswa mendapat muatan kurikulum SMA tujuh jam dan tiga jam kurikulum SMK.
Bagaimana dengan praktik kerja? Menurut Wiadnyana, trainning dilakukan di kelas II saat libur semester dan libur kenaikan serta usai UN (Mei-Juli). Dengan demikian tak merampas jam efektif sekolah.
Setelah tamat siswa selain mendapat ijazah SMA juga sertifikat kelulusan SMK berstandar nasional.
Buktinya tahun ini 50 persen peminat ke PTN dari SMA PGRI 6 diterima lewat PMDK.
Jangan khawatir biaya pendidikan tinggi. Justru sebaliknya di SMA PGRI 6 Denpasar tak dikenakan biaya tambahan. Siswa hanya dikenakan SPP (sudah berjalan) Rp 135 ribu/bulan dengan pelayanan guru SMA dan guru SMK. Bahkan, menurut Wiadnyana, biaya ini jauh lebih rendah dari SMA/SMK di Denpasar. 'Ini semua untuk masa depan anak-anak bangsa agar siap mengisi lapangan kerja,' ujarnya.
Bahkan pada penerimaan siswa baru tahun ini, SMA di Jl. Merdeka ini membatasi menerima lima kelas I juga memberi diskon 20 persen uang bangunan kepada warga Sumerta Klod, Dangin Puri dan keluarga PGRI.
Sumber : Balipost