Menu

Melongok "Try Out" UN, Dua Paket Soal Persempit Peluang Kerjasama

  • Selasa, 19 Januari 2010
  • 735x Dilihat
Melongok
Kereneng(DenPost) Mulai Senin (18/2) kemarin hingga Jumat (22/2) mendatang, tercatat 5.500 siswa SMA dan 4.900 siswa SMK se-Kota Denpasar mengikuti try out (ujian pemantapan) ujian nasional (UN) di sekolah masing-masing. Meskipun kapasitas kegiatan itu hanya sebatas pemantapan dan hasilnya tidak menentukan kelulusan seorang siswa, suasana UN yang sesungguhnya benar-benar sudah terasa. Pasalnya, model soal ujian, mata pelajaran di-try out-kan dan sistem pengawasan yang diterapkan sepenuhnya mengacu pada format pelaksanaan UN yang dijadwalkan berlangsung Maret mendatang. Pada try out ini juga diberlakukan dua paket soal di mana antara peserta ujian yang duduk saling bersebelahan mendapat paket soal yang berbeda. Pola ini praktis mempersempit peluang kerjasama antarsesama peserta ujian mengingat posisi duduk antara peserta ujian yang mendapat paket soal yang sama jaraknya saling berjauhan. Sama seperti pelaksanaan UN, try out ini juga diawasi dengan ekstraketat oleh dua orang pengawas. Masing-masing paket soal berisi 50 butir soal pilihan ganda yang wajib dijawab peserta ujian dalam waktu dua jam. Ditemui di sela-sela pemantauan try out UN di sejumlah SMA/SMK di Denpasar, Senin (18/1) kemarin, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. I Wayan Supartha, M.Pd., membenarkan bahwa pemberlakuan pola dua paket soal ini mempersempit ruang gerak para peserta ujian untuk bekerjasama. Siswa yang tidak mempersiapkan diri dengan baik dipastikan akan kesulitan mengerjakan soal-soal ujian. Mereka juga tidak bisa berharap banyak dapat menyontek maupun mendapat "suplai" jawaban dari rekan-rekannya. "Melihat posisi duduk para peserta ujian yang mendapat paket soal yang sama sangat berjauhan, logikanya segala bentuk kerjasama itu sulit dilakukan. Terkecuali, pengawas ujian tidak melakukan fungsi pengawasannya dengan baik atau memang sengaja memberikan kesempatan bekerjasama itu untuk para peserta ujian," katanya. Mantan guru SMAN 4 Denpasar ini menambahkan, seluruh LJK peserta try out UN ini akan diperiksa di Disdikpora Kota Denpasar. "Hasil yang dicapai para siswa sangat penting untuk mengetahui kesiapan mereka menghadapi UN yang sesungguhnya. Dari sana, kita juga akan mengetahui pada mata pelajaran mana saja siswa di Denpasar memiliki kelemahan yang mencolok sehingga kekurangan itu bisa ditutupi dengan memberikan pelatihan soal yang lebih intensif lagi pada mata pelajaran yang nilai ujian pemantapannya anjlok," katanya. Berdasarkan pantauan DenPost di sejumlah SMA/SMK negeri/swasta di Denpasar, try out UN hari pertama untuk jenjang pendidikan SMA yang mengujikan bahasa Indonesia dan biologi untuk program IPA, bahasa Indonesia dan Sosiologi (program IPS) serta bahasa Indonesia dan sejarah budaya/antropologi (program Bahasa), dan jenjang pendidikan SMK yang mengujikan bahasa Indonesia berlangsung terbit dan lancar. Pengakuan sejumlah siswa, soal yang keluar pada try out tergolong berat. Alit Prajatama, siswa SMAN 7 Denpasar misalnya, mengaku soal biologi tergolong berat. Mengingat, beberapa soal yang keluar materi pelajarannya belum tuntas disampaikan oleh guru