Mengajak Siswa Mantapkan Ajaran Panca Sradha
Keluarga besar SMP PGRI 1 Denpasar, Jumat (24/7) kemarin secara khusus mengundang Ida Pedanda Gede Made Gunung untuk memberi dharma wacana soal peningkatan sradha lan bhakti kepada Tuhan.
Hadir pada acara itu Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. Dewa Putu Putra, M.M., M.H., M.Pd., Pembina PPLP Drs. Ketut Kontra dan Ni Made Nadri, S.Pd. Dharma wacana Jumat kemarin serangkaian karya ngenteg linggih, mapedudusan, mupuk pedagingan, caru manca kelud, makebat daun lan ngingkup bangun ayu di parahyangan sekolah setempat.
Menurut Kepala SMP PGRI 1 Denpasar I Made Renu, S.Pd., M.M., sekolah saat ini sedang membangun parahyangan megah di lantai dua. Di antaranya padmasana, dua palinggih Ratu Niang, penunggun karang, balai gong, piyasan dan dua candi bentar. Puncak karya akan dilakukan 31 Juli 2009. Sedangkan dharma wacana ini bertujuan untuk meminta tata titi yang benar dalam menjalankan ajaran agama.
Ida Pedanda Gede Made Gunung dalam dharwa wacananya menekankan kehidupan beragama yang makin meningkat di kalangan umat Hindu harus diikuti dengan semakin kecilnya angka kriminalitas, narkoba dan kejahatan.
Ida Pedanda juga mengajak siswa untuk tetap konsisten dan meningkatkan diri dalam menjalakan ajaran agama Hindu yang dikenal dengan Panca Sradha. Meningkatkan keyakinan terhadap Ida Hyang Widi Wasa, punarbhawa, hukum karmaphala, percaya dengan atman dan moksha. Jika lima kepercayaan ini tergerus di kalangan siswa, Ida Pedanda mengatakan manusia itu akan kehilangan jati dirinya.
Selain mencintai antarsesama, manusia juga perlu melindungi lingkungan. Semua ciptaan Tuhan ini harus dipelihara dengan konsep memanusiakan alam. Itulah sebabnya ada upacara khusus untuk tumbuhan dan hewan dan alat di Bali. ''Jika kita sudah mampu melestarikan lingkungan di tengah kehidupan, itulah surga,'' ujarnya. Makanya saat karya ngenteg linggih dan caru manca kelud di SMP PGRI 1 Denpasar, Ida Pedanda sarankan diimbangi dengan menanam pohon penghijauan di sekolah.
Sejumlah siswa dan guru di acara itu banyak bertanya soal hakikat karya dan bagaimana nyanggra karya dengan baik. Ida Pedanda Gede Made Gunung menjelaskan semua unsur bisa nyanggra karya dengan berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Sedangkan upacara pemlaspas dimaksudkan untuk mlaspas palinggih Ida Batara, bukan berarti mlaspas Batara.
Sumber : Bali Post