Menu

MOS Sejuk Sehat Kreatif dan Berbudaya

  • Senin, 12 Juli 2010
  • 647x Dilihat
MOS Sejuk Sehat Kreatif dan Berbudaya
Kereneng, (pendidikan.denpasarkota.go.id) Senin (12/7) hari ini, Masa Orientasi Siswa (MOS) serentak dilaksanakan dimasing-masing sekolah baik negeri maupun swasta, MOS kali ini jauh dari ajang balas dendam dari kekerasan. Untuk itu MOS di Kota Denpasar dikemas dalam tema MOS Sejuk, Sehat, Kreatif dan Berbudaya. Seperti yang disampaikan oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam pembukaan MOS di Dwijendra Denpasar yaitu mewujudkan MOS yang kreatif dan berbudaya. Pembukaan MOS tahun ini juga dihadiri oleh Kepala SKPD, Camat dan Lurah se-Kota Denpasar serta perwakilan siswa dari seluruh sekolah SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar. Pembukaan MOS sejuk, sehat, kretif dan berbudaya kali ini ditandai dengan penyerahan bubuk abate, pohon mangga serta penyematan topi secara simbolis dan pelepasan balon oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Selain itu Walikota Denpasar mengharapkan MOS bukan untuk membuat siswa capek pisik dan tekanan mental melainkan untuk meningkatkan kreatifitas siswa yang berbudaya. Disamping itu kegiatan MOS berbudaya juga salah satu upaya untuk menciptakan kegiatan positif agar menghindarkan remaja dari pergaulan negatif seperti kenakalan remaja, tawuran, perkelahian dan pengunaan obat-obat terlarang. Untuk itu menurut IB Dharmawijaya Mantra kegiatan MOS ini sangat strategis sekaligus tantangan bagi semua komponen pendidikan untuk berupaya menggali kreativitas penyelenggaraan MOS yang berorientasi pada nilai-nilai pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si. dalam laporannya mengatakan kegitan MOS perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang akan diduduki siswa baru. Hal ini karena setiap sekolah memiliki ciri khusus dan setiap jenjang pendidikan disesuaikan dengan perkembangan kemampuan mental psikologis siswa. Disamping itu MOS juga diharapkan dapat memberikan pengalaman pertama dilingkungan yang baru serta memberi kesan positif yang menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa. Selain itu Kadis Dikpora menambahkan MOS kali ini berlangsung dari tanggal 12-15 Juli 2010. Dalam MOS kali ini, selain untuk mengenal lingkungan sekolah juga diisi dengan bakti sosial berupa penghijauan dan pemberantasan sarang nyamuk ke rumah-rumah penduduk yang ada di 43 desa/kelurahan. Kadis Dikpora juga menyampaikan bahwa Disdikpora telah memberikan koridor dalam pelaksanaan MOS kali ini yakni pihaknya melarang setiap sekolah agar tidak membawa barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan MOS. Hal dimaksud untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan(LD)