Pasraman SMP PGRI 2 Denpasar, Ajarkan Siswa Hormat dengan Catur Guru
Sebanyak 450 siswa kelas II dan III SMP PGRI 2 Denpasar, Kamis (25/6) kemarin mengikuti pasraman selama tiga hari di sekolah setempat. Pasraman yang rutin digelar tiap tahun ini dibuka Ketua PPLP Dasmen Kota Denpasar Drs. Dewa Putu Putra, M.M., M.H., M.Pd.
Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Drs. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd. mengungkapkan, pasraman ini selain menghindari aktivitas negatif selama libur panjang, juga meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan. Di samping itu sangat baik bagi siswa dan guru menjalankan Jnana dan Bhakti Marga.
Wenten Aryasudha menekankan pasraman ini juga mengajarkan siswa untuk menghormati Catur Guru yakni Guru Rupaka (orangtua), Guru Pengajian (di sekolah), Guru Wisesa (pemerintah) dan Swadiaya (Tuhan).
Aryasudha menginginkan di sekolah siswa menhormati gurunya, bukan sebaliknya guru gila hormat. Perilaku positif ini perlu dikembangkan di sekolah mengingat nilai-nilai spiritual ini semakin terkikis di era global.
Ketua PPLP Dasmen Kota Denpasar Dewa Putu Putra mengajak para siswa SMP PGRI 2 Denpasar untuk konsisten menjalankan Tri Kaya Parisudha. Ajaran Hindu yang universal ini diyakini mampu meredam perbuatan yang melanggar norma. Jika sudah didasari pikiran dan perkataan yang baik, dan perilaku yang sopan, semua kehidupan manusia pasti berjalan baik.
Dengan aktivitas ini ia mengatakan masyarakat yang sekarang sudah cerdas menentukan pilihan pada sekolah berkualitas, akan tetap mempercayakan putra-putrinya bersekolah di SMP PGRI 2 Denpasar. Sekolah ini memang dikenal sungguh-sungguh mengelola pendidikan berkualitas. Ini sesuai sasaran program PPLP ke depan untuk memberikan pelayanan model RSBI dan memotivasi guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kualifikasi ke S-2 dan S-3.
Dari 20 sekolah PGRI, katanya, hanya tiga kaseknya yang belum S-2. Bahkan, sejumlah kasek kini sedang menempuh pendidikan doktor. Makanya ia mengaku salut dengan keluarga besar SMP PGRI 2 Denpasar yang menggelar pasraman ini sebagai bukti komitmennya mendidik moral dan spiritual siswanya
Sumber : Bali Post