Peduli dan Berbudaya Lingkungan, SMPN 4 Denpasar Terima Penghargaan Presiden
PADA puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/6) lalu, SMPN 4 Denpasar menerima piagam penghargaan 'Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan' dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Piagam penghargaan yang ditandatangani bersama oleh Menteri Lingkungan Hidup Ir. Rachmat Witoelar dan Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Bambang Soedibyo, MBA itu diterima oleh Kepala SMPN 4 Denpasar Drs. I Wayan Dhania, M.Pd. Penghargaan itu sekaligus membuktikan konsistensi segenap civitas akademika SMPN 4 Denpasar dalam menjaga dan melestarikan lingkungan karena penghargaan serupa juga berhasil diraih pada tahun 2007 lalu.
"Penghargaan yang kami raih tahun ini merupakan kelanjutan dari penghargaan yang kami raih tahun sebelumnya. Dengan penghargaan ini, SMPN 4 Denpasar berhak meningkatkan predikat dari Sekolah Model Adiwiyata menjadi Sekolah Adiwiyata. Tahun depan, sekolah kami kembali dinilai oleh tim pusat. Jika prestasi kami di bidang lingkungan hidup dinilai meningkat, maka sekolah kami berhak menyandang predikat tertinggi sebagai Sekolah Adiwiyata Kencana. Sampai saat ini, belum ada sekolah di Indonesia yang menerima penghargaan tertinggi itu," kata Dhania ketika ditemui Bali Post, Minggu (8/6) kemarin.
Menurut Dhania, ada 30 sekolah di Indonesia yang menerima piagam penghargaan 'Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan' dari Presiden Yudhoyono, yakni 11 dari jenjang pendidikan SD, 10 SMA dan sembilan SMP termasuk SMPN 4 Denpasar. Dari 30 sekolah itu, enam sekolah di antaranya berasal dari Propinsi Bali yakni SDN 3 Singakertha, Gianyar; SDN 1 Tianyar, Karangasem; SMPN 4 Denpasar; SMPN 4 Mendoyo, Jembrana; SMAN 5 Denpasar dan SMAN 1 Kuta Selatan, Badung. "Pada kesempatan itu, Presiden Yudhoyono juga menyerahkan penghargaan Adipura dan Kalpataru," katanya.
Dhania menambahkan, bukan perkara mudah untuk meraih predikat sebagai Sekolah Adwiyata tersebut. Dikatakan, pihaknya harus rela mengikuti serangkaian penilaian dari tim pusat di mana kriteria penilaiannya dititikberatkan pada sikap dan pengetahuan warga sekolah dalam menjaga lingkungan serta penampilan lingkungan sekolah secara menyeluruh. "Saat ini kami punya obsesi untuk meningkatkan predikat sekolah kami dari Sekolah Adiwiyata menjadi Sekolah Adiwiyata Kencana," tegasnya.
Menurut Dhania, sekolah yang dipimpinnya punya peluang besar untuk mewujudkan obsesi itu. Apalagi, pihaknya selama beberapa tahun terakhir sudah mengembangkan mata pelajaran muatan lokal pilihan "Lingkungan Hidup" guna menggugah kepedulian siswa terlibat aktif dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup.
"Selain dikemas secara khusus dalam mata pelajaran muatan lokal pilihan, kesadaran cinta lingkungan juga kami integrasikan ke dalam enam mata pelajaran yakni biologi, fisika, geografi, agama, PPKN dan ekonomi. Pada tahun ajaran 2008/2009 mendatang, mata pelajaran integrasi lingkungan hidup itu kami tingkatkan menjadi sepuluh dengan memasukkan mata pelajaran matematika, keterampilan, bahasa Indonesia dan bahasa Bali," ujarnya.
Sumber : Bali Post