Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik PAUD
Kereneng, pendidikan.denpasarkota.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan pelatihan penyusunan program PAUD non-formal yang diikuti tenaga pendidik PAUD se-Kota Denpasar di UPT Rumah Pintar Kota Denpasar.
Pelatihan menurut Ketua Panitia, Drs. I Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., diikuti 46 peserta berlangsung hingga, Jumat (8/4) mendatang. Pelatihan menghadirkan pembicara dari Disdikpora Propinsi Bali, BPKB Propinsi Bali serta HIMPAUDI Kota Denpasar. Selain bertujuan menambah wawasan dan kompetensi pendidik dan pengelola PAUD, juga menyamakan persepsi standar acuan minimal penyelenggaraan PAUD khususnya pada jalur pendidikan non-formal.
Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si., saat membuka pelatihan memberi apresiasi positif terselenggaranya pelatihan ini apalagi terkait kurikulum. Ia mengatakan peran swasta sangat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan akses layanan PAUD di Denpasar. Dari 256 TK di Denpasar hanya satu TK berstatus negeri dan 57 PAUD.
Pendidik PAUD, kata Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si., mesti rajin membaca buku psikologi perkembangan anak dan memahami lima potensi anak yang perlu dikembangan secara optimal. Diantaranya, mampu mengembangan potensi sosial, melatih anak mampu bekerja sama, menghargai dan punya sikap toleransi. Selain mampu mengembangkan emosi anak agar anak punya rasa dan hati. Selanjutnya, mampu mengembangkan kecerdasan spiritual dan peka terhadap ajaran agama, serta mengembangkan kesehatan jasmani dan rohani.
Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si., juga menekankan pendidikan karakter perlu ditanam sejak masa dini dengan membangun kejujuran, disiplin, kreatifitas, sopan santun berbudi pekerti sehingga anak punya taksu disamping cerdas secara intelektual.
Dikatakan, usia 0-6 tahun merupakan masa keemasan atau golden age yang sangat penting bagi perkembangan intelektual, emosi dan sosial anak di masa mendatang. Olah karena itu, diingatkan pendidikan PAUD jangan keras dalam mendidik, tapi mampu memberikan sentuhan bersifat holistik seiring perkembangan naluri dan biologis anak.