Menu

Pengawasan Try Out Ujian Nasional Tidak Terapkan Sistem Silang

  • Selasa, 25 Januari 2011
  • 664x Dilihat
Pengawasan Try Out Ujian Nasional Tidak Terapkan Sistem Silang
Kereneng, (pendidikan.denpasarkota.go.id) Mulai Senin (31/1) hingga Rabu (4/2) mendatang, sekitar 10.881 orang peserta ujian nasional (UN) SMA/SMK di Denpasar akan mengikuti try out (ujian pemantapan) UN yang dikoordinasikan Disdikpora Propinsi Bali di sekolah masing-masing. Guna mengawasi pelaksanaan try out UN tersebut, Disdikpora Kota Denpasar tidak menerapkan teknis pengawasan sistem silang seperti yang diberlakukan pada UN yang sesungguhnya. Dengan kata lain, teknis maupun tanggung jawab pengawasan sepenuhnya diserahkan kepada para guru di masing-masing sekolah. Demikian ditegaskan Kepala Dinas dikpora Kota Denpasar, Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si., dihadapan kepala SMA/SMK se-Kota Denpasar, Senin (24/1) kemarin di ruang pertemuan Rumah Pintar Kota Denpasar. Meskipun tidak menerapkan pengawasan dengan sistem silang, Lanang Jelantik mengaku tidak meragukan objektivitas dari hasil try out UN tersebut. Dia percaya para guru tetap serius mengawal pelaksanaan try out UN dengan pengawasan ekstra ketat. Mengingat try out UN itu merupakan parameter penting untuk mengukur tingkat kesiapan siswa menghadapi UN yang sesungguhnya, pihak sekolah jelas akan berupaya menutup rapat-rapat peluang kerjasama antar peserta try out dalam menyelesaikan soal-soal ujian. Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si. menambahkan, pihaknya juga menginstruksikan kepada para kepala sekolah agar mengoptimalkan pengawasan sehingga hasil try out UN itu benar-benar mencerminkan kemampuan siswa. Jika komitmen itu tidak dilaksanakan atau segala bentuk kerjasama ditoleransi, tegasnya, pihak sekolah yang akan rugi sendiri. Validitas hasil try out UN itu jelas tidak akan mampu mencerminkan kesiapan siswa-siswanya secara nyata. Akibatnya, pihak sekolah juga yang akan rugi mengingat siswa-siswanya sangat potensial tersandung pada UN yang sesungguhnya. Apalagi, sistem pengawasan UN dipastikan ekstra ketat mengingat guru-guru yang akan mengawasi pelaksanaan UN berasal dari sekolah lain. Sementara itu, Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Supartha, M.Pd., juga mengingatkan guru-guru untuk mengawasi pelaksanaan try out UN secara ekstraketat. Jika kecurangan ditoleransi, kata dia, keberhasilan sebuah sekolah dalam try out justru menjadi bias. Boleh jadi, rata-rata nilai try out UN sekolah itu tinggi tapi sejatinya banyak siswanya belum siap menghadapi UN. Mantan guru SMAN 4 Denpasar ini mengaku lebih senang jika peserta UN di Denpasar terpuruk dalam try out UN tapi sukses dalam UN yang sesungguhnya. Sebab, hasil buruk pada try out justru akan dijadikan motivator untuk lebih mengintensifkan persiapan siswa. Jadi, jangan pernah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk kerjasama, ngerepek maupun melakukan praktek-praktek kecurangan lainnya, katanya mengingatkan.