Menu

Penting Maknai Kearifan Lokal Majukan Pendidikan

  • Jumat, 06 Februari 2009
  • 608x Dilihat
Penting Maknai Kearifan Lokal Majukan Pendidikan
Pengurus Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar melakukan temu wirasa dengan jajaran kepala sekolah dan guru-guru SMP dan SMA Nasional -- dua lembaga pendidikan terakreditasi A plus di bawah naungan Perdiknas, Kamis (5/2) kemarin. Temu wirasa yang digelar di SMP Nasional itu dihadiri segenap jajaran pengurus Perdiknas yakni Ketua AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., Bendahara N. Sri Subawa, S.Sos., S.T., M.M., Kabag Umum Made Mudarta, Kepala SMP Nasional Drs. Ketut Yudana, Wakasek Umum I Made Jati, Kepala SMA Nasional Drs. Nyoman Singgih dan guru-guru. Ketua Perdiknas Tini Rusmini menekankan betapa pentingnya memaknai nilai-nilai kearifan lokal Bali dalam membawa lembaga pendidikan menuju arah kemajuan. Ia dengan fasih menerangkan hakikat rerahinan Saraswati, Tumpek Landep dan Siwaratri dikaitkan dengan swadharma dan komitmen mengelola pendidikan. 'Hakikat Siwaratri adalah introspeksi. Melalui introspeksi kita memahami kelebihan dan kekurangan. Dari situ kita bisa membenahi diri dalam rangka menuju kemajuan,' ujarnya. Di satu sisi, ia memandang penting menerapkan prinsip efisiensi dalam mengelola pendidikan -- apalagi dalam menghadapi krisis global. 'Lakukan efisiensi dan perbaikan terus-menerus, di samping menerapkan spirit kesederhanaan. Ketika kita ingin maju, kita sendirilah sebagai dewa penyelamat, bukan pihak lain,' ujarnya. Ia juga mengingatkan tanggung jawab sekolah tidak sekadar menamatkan siswa, tetapi sejauh mana bisa mengantarkan lulusan menuju sekolah atau perguruan tinggi yang favorit dan lapangan pekerjaan. Bendahara Perdiknas Sri Subawa mengatakan hal yang sama. Agar sekolah -- SMP dan SMA Nasional -- bisa maju, apalagi ada cita-cita SMP Nasional menuju SSN dan SBI, pembenahan di segala aspek mesti terus-menerus dilakukan. Sri Subawa juga sependapat dengan Tini Rusmini bahwa mulatsarira itu penting dalam konteks menuju arah kemajuan. Kepala SMP Nasional Ketut Yudana mengatakan pada UN 2007/2008, siswanya mampu lulus 100 persen. Pada UN kali ini pihak sekolah berharap para siswanya lagi lulus 100 persen. Pihaknya berupaya terus meningkatkan pelayanan, salah satunya pembelajaran berbasis IT (LCD). Sejumlah prestasi diraih SMP Nasional di antaranya juara I dan III Olimpiade Agama Hindu se-Kota Denpasar dan juara harapan I dan V se-Bali. Pihaknya bercita-cita agar SMP Nasional ke depan bisa menjadi SBI. Kepala SMA Nasional Nyoman Singgih mengakui menghadapi masalah kurangnya input yang lebih berkualitas. Meski demikian, prestasi siswanya juga lumayan. Sempat berprestasi sebagai juara kording tingkat provinsi, pramuka tingkat nasional, sepak takrew. Bahkan sekolah ini sempat dikunjungi mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Singapura. (08/*) Sumber : Bali Post