Perdiknas Segera Lahirkan SMK Teknologi Nasional
Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar dalam waktu dekat ini diharapkan mampu melahirkan anak keempat setelah SMP dan SMA Nasional serta UNDIKNAS. Anak keempat itu berupa sekolah kejuruan yang diberi nama SMK Teknologi Nasional Denpasar.
Setelah tim verifikasi SMP/SMA/SMK Dinas Dikpora Kota Denpasar turun melakukan verifikasi, kami berharap izin pendirian SMK Teknologi Nasional segera keluar. Dengan demikian, semoga pada bulan Juli 2009 ini kmai telah bisa menerima siswa baru, ujar Ketua Pendidikan Nasional Denpasar A.A.A. Ngrh Rini Rusmini Gorda, SH, MM.
Kata A.A.A. Tini Rusmini, SMK Teknologi yang akan cibangun memiliki ciri khas tersendiri-- SMK Teknologi berbasis budaya dan spiritual sehinggan output-nya selain cerdas intelektual (IQ), juga memiliki kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan emosional (EQ) --- lahir sebagai SDM yang ahli teknologi bermentalitas tinggi. Tahap awal kami akan meitikberatkan pada teknologi informasi dengan dua jurusan yakni Teknologi Komputer Jaringan serta jurusan Multimedia. Berikutnya akan dikembangkan jurusan lain, katanya. Guna menumbukansemangat dan jiwa kewirausahaan, anak-anak akan dberikan mata pelajaran kewirausahaan.
Ketua Tim Verifikasi Drs. I Wayan Supartha, M.Pd menyambut baik upaya yang dilakukan Perdiknas untuk mendirikan SMK. Ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk menggalakan pencitraan SMK yang nantinya dapat menghasilkan peserta didik yang memilii life skill atau kompetensi-- bisa berwirausaha dan bekerja di dunia usaha. Disamping itu lulusan SMK bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
Terkait dengan keinginan Perdiknas mendirikan SMK Teknologi, kami turun melakukan study kelayakan. Kami melakukan verifikasi, mengecek proposal yang diajukan dengan ralitas di lapangan. Dari verifikasi ini nantinya ada rekomendasi, apakah layak atau tidak mendirikan SMK, katanya sembari menyebut mudah-mudahan sekolah ini bisa berkembang baik di bawah Perdiknas yang sudah mapan mengelola pendidikan.
Hal yang sama dikatakan anggota tim verifikasi Nengah Kawi, bahwa pendirian SMK ini akan meramaikan SMK yang telah ada yakni 24 SMK TI di Bali. Ini sebuah tantangan.