PKBM Dharma Wangsa Selamatkan Anak Jalanan dari Buta Aksara
Kereneng(pendidikan.denpasarkota.go.id)
PUSAT Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dharma Wangsa telah banyak berkiprah membantu memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri. Seperti apa kegiatan pendidikan non-formal yang digelar PKBM Dharma Wangsa berlokasi di Perumahan Pondok Tegal Indah Permai I Jl. Gunung Salak, Padangsambian Kelod, Denbar ini?
Pengelola PKBM Dharma Wangsa, IGA Ayu Darmayanti, S.E., mengungkapkan, ide mendirikan PKBM Dharma Wangsa lantaran rasa kepeduliannya ingin menyelamatkan anak putus sekolah. Ia mengaku sedih melihat kondisi anak-anak jalanan di Bali yang harus rela meninggalkan bangku sekolah dan harus berjuang hidup menjadi pedagang asongan di daerah Kuta dan sekitarnya. Jujur saya sedih melihat mereka, kecil-kecil sudah berjualan di pantai tanpa pendidikan yang memadai,
Beranjak dari rasa kepedulian itu, IGA Ayu Darmayanti, S.E., pelan-pelan mengumpulkan anak-anak jalanan itu. Mereka diberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan. Syukurnya, mereka paham dan tergerak untuk mengisi diri dan memahami ilmu pengetahuan itu sangat penting untuk masa depan. Di PKBM Dharma Wangsa mayoritas mereka berasal dari orang-orang yang kurang beruntung. Mulai dari anak jalanan, putus sekolah hingga kelompok usia dewasa yang buta aksara, ujarnya.
Menurut IGA Ayu Darmayanti, S.E., peserta didik di PKBM Dharma Wangsa khususnya di Paket A mayoritas berasal dari anak jalanan. Mereka sebagian besar berasal dari Medahan, Karangasem. Selain peserta didik di Paket A, PKBM Dharma Wangsa juga membuka kelas layanan khusus (KLH) untuk anak-anak jalanan yang jumlah mencapai 24 orang. Mereka biasanya mengikuti materi pelajaran tiga kali dalam satu minggu dan diberikan pendidikan dasar berupa materi calistung (baca, tulis dan hitung).
Mereka yang mengenyam pendidikan di Paket A PKBM Dharma Wangsa bisa sekolah dengan gratis alias dibebaskan dari segala biaya. Di lembaga pendidikan ini warga belajarnya selain mendapat pelajaran seperti layaknya di sekolah formal, juga memperoleh keterampilan kewirausahaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Banyak pilihan jenis keterampilan yang disediakan PKBM Dharma Wangsa. Untuk peserta didik Kejar Paket A diberikan keterampilan menari, melukis, membuat boneka, dan jajan tradisional. Untuk peserta didik Kejar Peket B diberikan keterampilan komputer dan membuat jajan tradisional.
Di PKBM Dharma Wangsa para tutor yang mengajar para warga belajar juga pilihan dan memiliki kepedulian yang besar terhadap pendidikan anak bangsa. IGA Ayu Darmayanti, S.E., menyebutkan ada 28 tutor untuk keseluruhan kejar paket. Mereka berasal dari kalangan dosen, guru juga mahasiswa. Para tutor ini benar-benar mengabdikan dirinya untuk pendidikan anak bangsa, tegas IGA Ayu Darmayanti, S.E.