Plafon SDN 27 Pemecutan Jebol
Puluhan siswa kelas III D, SD Negeri 27 Pemecutan di Jl. Gunung Cemara No. 23, Perumnas Monang Maning, Denbar terpaksa harus mengungsi ke ruangan agama karena plafon kelas tersebut jebol. Runtuhnya plafon ruangan kelas itu terjadi, Sabtu (24/9) dini hari lalu, sehingga tak sampai menimbulkan korban.
Pantauan DenPost, Selasa (27/9) kemarin, kondisi ruangan kelas III D itu masih dipenuhi serpihan plafon dan belum dibersihkan. Sekitar 37 siswa yang menempati kelas tersebut untuk sementara dipindah ke ruangan agama. Sejak kejadian, belum ada pejabat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar yang mengunjungi sekolah tersebut.
Kepala SDN 27 Pemecutan, Desak Made Wati, S.Pd., M.Pd., ketika dikonformasi, kemarin, tidak ada ditempat. ‘’Ibu kepala sekolah kebetulan hari ini (kemarin, red) tidak masuk, orangtua beliau meninggal dunia,’’ ujar Nyoman Setor Wiratmaja, S.Pd., salah seorang guru sekolah setempat didampingi guru lainnya.
Menurut Setor Atmaja, ambruknya plafon sejak Sabtu dini hari lalu telah dilaporkan secara resmi ke UPT Disdikpora Kecamatan Denbar dan Disdikpora Kota Denpasar. Setor Atmaja yang tinggal di mess sekolah, saat kejadian mengaku hanya mendengar suara gemuruh jatuh di kelas tersebut. Plafon diduga ambruk karena kayu plafon sudah lapuk dimakan usia. ‘’Syukur kejadiannya dini hari. Kalau pagi hari saat jam pelajaran, kemungkinan sudah jatuh korban,’’ ujarnya sambil menunjukkan plafon ruangan kelas III D yang jebol.
Selain plafon ruang kelas III D yang jebol, kondisi enam ruangan kelas lainnya di sekolah itu juga sangat mengkhawatirkan. Menurut Setor Atmaja, tujuh ruangan kelas termasuk ruangan kelas III D yang plafonnya jebol sejak dibangun tahun 1986 lalu, belum tersentuh rehab sama sekali. Tiang penyangga emper di depan ketujuh ruang kelas tersebut sudah banyak yang keropos termakan usia.
Salah satu wali murid kelas 3 yang namanya enggan dikorankan mengaku miris dengan kondisi ruang kelas yang ditempati anaknya. Ia meminta agar kerusakan kelas segera diperbaiki. ‘’Kalau pas di ruang kelas lalu plafon runtuh, kan bisa membahayakan siswa,’’ ujar ibu satu orang anak ini.
Dikonfirmasi soal jebolnya plafon ruang kelas III D SDN 27 Pemecutan, Denbar, Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Denbar, Drs. I Made Suparta, M.M., membenar telah menerima laporan secara resmi dari pihak sekolah dan sudah ditembuskan ke Disdikpora Kota Denpasar. Soal rehab, ia mengaku belum tahu kapan kepastiannya.
Sebaliknya, Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Denpasar, I Made Raka, S.E., M.Si. Ak., menyatakan belum menerima laporan jebolnya plafon ruangan kelas III D SDN 27 Pemecutan tersebut. Pada SMS yang diterima DenPost dari Made Raka menyatakan ‘belum ada laporan’.
Dihubungi terpisah, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, mengaku terkejut atas ditemukannya ruangan kelas SD di Denpasar yang rusak seperti itu. ‘’Saya baru tahu ada plafon ruangan kelas SD yang jebol,’’ ujar Rai Iswara. Ia berjanji akan segera koordinasi dengan Disdikpora Kota Denpasar dan segera meninjau langsung ke lapangan.