POLTABES DENPASAR SIAP UNGKAP KASUS PERKOSAAN ANAK SECARA PROFESIONAL
Denpasar (denpasarkota.go.id), Kapoltabes Denpasar kini sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus pemerkosaan berantai yang meninpa anak-anak di bawah umur yang sampai saat ini jejak yang ditinggalkan pelaku masih sangat minim. “ Sampai saat ini Poltabes Denpasar baru sebatas bisa membuat sketsa wajah pelaku penculik dan pemerkosa atas keterangan dari para korban yang rata-rata berumur di bawah sepuluh tahun.†Penegasan ini disampaikan Kabag Bina Mitra Poltabes Denpasar, Kompol Sang Gede Sukawiyasa mewakili Kapoltabes Denpasar saat bertatap muka dengan seluruh kepala SD se-Kota Denpasar di aula SMKN 5 Denpasar, Senin (19/4).
Namun demikian Poltabes Denpasar akan terus bekerja keras secara professional, meskipun belum ada data pendukung lain mengingat saat kasus pemerkosaan terjadi tidak ada saksi lain kecuali saksi korban. Karena ini menyangkut masalah kriminalitas menurut Kompol Sukawiyasa menjadi tanggungjawab kepolisian khususnya Poltabes Denpasar bersama jajarannya. Sukawiyasa meminta peran aktif masyarakat bersama guru-guru ikut membantu aparat kepolisian mengungkap kasus yang masih gelap ini sekaligus melakukan langkah-langkah preventif melakukan pertemuan dengan para orang tua murid untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat putra-putrinya berangkat atau pulang sekolah. Kasus kriminalitas modus dan operandinya memang terus berkembang dan khusus dalam kasus pemerkosaan anak di bawah umur ini, pelakunya sekarang bukan lagi hanya menyasar di sekolah-sekolah tapi sudah mengincar anak-anak yang sedang bermain di lingkungan rumah tinggal. Untuk itu para orang tua juga diingatkan selalu waspada dan mendampingi putra-putrinya jangan sampai dalam bermain lepas kontrol orang tua dan keluarga.
Sementara itu Pemkot Denpasar melalui Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Denpasar seperti yang diungkapkan sekretarisnya Wenten Suparlan berbagai tindakan preventif sudah dilakukan diantaranya menindaklanjuti hasil pertemuan Muspida Kota Denpasar yang membahas tentang berbagai kasus kriminalitas salah satu diantaranya mengenai kasus pemerkosaan anak di bawah umur. Juga menindaklanjuti pertemuan Kaplotabes, Dandim dan Sekkot dengan para pecalang, Bendesa Desa Pakraman, dan Kades/ Lurah se- Kota Denpasar. Tindak lanjutnya kata Wenten Suparlan dengan membuat surat edaran Walikota yang ditujukan kepada para Kepala Sekolah yang isinya agar melakukan tindakan preventif dan lebih berhati-hati, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi. (Oka)