Menu

Porsenijar Denpasar, Renang Dongkrak Smansa

  • Jumat, 06 Maret 2009
  • 918x Dilihat
Porsenijar Denpasar, Renang Dongkrak Smansa
Cabang olahraga renang menjadi tambang medali bagi SMAN 1 Denpasar (Smansa) pada hari keempat Porsenijar Kota Denpasar 2009, Kamis (5/3) kemarin. Perenang Smansa panen medali di Kolam Renang Tirta Arum Blahkiuh, Badung, untuk mendongkrak posisi kontingennya ke puncak klasemen sementara. Perenang andalan Smansa yang mendulang emas tercatat Made Monica Yusilina di nomor gaya bebas 50 dan 100 meter, Putu Agus Indrajaya W. (bebas 100 m, punggung 100 m), Made Talitha Suryaningsih (bebas 200 m, ganti 200 m), Indra Dwi Putra (bebas 400 m), Putu Winna Ovie KD (dada 50 m, 100 m), Ketut Tadeus Max Nurcahya P. (dada 200 m), Made Indira Kharisma S. (punggung 100 m), Kadek Wiana Putra dan Rista Agustin Margina (kupu 50 m). Smansa mendapat saingan dari SMAN 4 (Foursma) yang menyabet emas melalui perjuangan Putu Takahide Valentino (bebas 200 m), Gede Mega Wira P. (dada 50 m dan 100 m), dan Gede Panji Wisrawan (kupu 100 m). Untuk tingkat SLTP, SMPN 1 mendominasi perolehan medali. SMPN 1 berjaya lewat Ricky Darmawan yang merebut emas di nomor bebas 100 dan punggung 100 meter, Nyoman Endi Ananda Krisna (bebas 50 m, punggung 50 m), dan Thefani Bela Risadewi (bebas 200 m). Catur Di cabang catur kekuatan peserta berimbang, sehingga emas terbagi rata. Medali emas tingkat SD disabet Putu Bagus Pradnya Putra (Denbar) dan Devi Noviantari (Densel). Tingkat SLTP juaranya Kadek Ola Swardi (SMPN 7) dan Widya Dewi (SMPN 6). Sementara kategori SLTA dimenangkan Taufan Dwi Afianto (SMAN 2) dan Tri Astuti (SMAN 1). Sementara itu, Koordinator Catur Nyoman Tjakera menyesalkan protes yang dilancarkan Ketut Sukarija--ayah pecatur Richard Revel Wijaya Theda (SDK Santo Yoseph II)--ketika dikalahkan oleh Putu Agus Ariyoga (SDN 18). Menurutnya, protes tersebut tidak prosedural karena tidak melalui wasit atau dewan hakim. Tjakera membenarkan tim SMPN 7 menurunkan empat pecatur putra yang bertujuan menggenapi jumlah peserta menjadi 74 orang dari sebelumnya 73. Bahkan, sekolah lain ada yang menerjunkan lima pecatur putri. (022) Sumber : BaliPost