Menu

Program RSBI Berkembang Signifikan SMAN 1 Denpasar Terima Penghargaan Depdiknas

  • Senin, 06 April 2009
  • 809x Dilihat
Program RSBI Berkembang Signifikan SMAN 1 Denpasar Terima Penghargaan Depdiknas
BELUM lama ini, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan penghargaan khusus kepada SMAN 1 Denpasar. Sekolah favorit ini dinilai mengalami perkembangan dan peningkatan kualitas sangat signifikan dalam menyelenggarakan program Rintisan SMA Bertaraf Internasional (R-SMA-BI) by school. Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Made Tumbuh, M.Pd. didampingi Koordinator Program RSBI SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd. mengatakan hal itu kepada Bali Post, Minggu (5/4) kemarin. Menurut Made Tumbuh, penghargaan yang tertuang dalam surat No: 2981C.C4/MN/2009 yang ditandatangani Direktur Pembinaan SMA Dr. Sungkowo M. itu tentu saja tidak akan membuat pihaknya terlena atau berpuas diri. 8ebaliknya, penghargaan itu justru dijadikan motivator untuk lebih memacu semangat kerja dalam mempersiapkan diri menuju sekolah mandiri yang dapat berdaya saing di tingkat internasional serta memantapkan kinerja yang lebih baik pada tahun mendatang. Tumbuh menambahkan, ada sejumlah item penting yang wajib dipenuhi oleh sebuah sekolah yang menyelenggarakan program RSBI. Di antaranya, unsur kurikulum RSBI, pengintegrasian bahasa Inggris ke dalam mata pelajaran terutama MIPA dan bahasa Inggris, pembelajaran berbasis ICT, manajemen sekolah berbasis ICT, dukungan sarana prasarana pendidikan berstandar internasional dan sejumlah item penting lainnya termasuk adanya persyaratan minimal 30 persen tenaga pengajar di RSBI harus berkualifikasi akademik S-2. Selanjutnya, item-item itu diintegrasikan lagi ke dalam 200 indikator yang lebih mengkhusus guna menentukan apakah sebuah sekolah RSBI dinilai berhasil atau tidak menyelenggarakan program RSBI. Dan 200 indikator itu, SMAN 1 Denpasar baru mampu memenuhi sekitar 90 persen saja. "Salah satu indikator yang belum dipenuhi itu, kami belum mampu memenuhi persyaratan minimal 30 persen guru SMAN 1 Denpasar harus berkualifikasi akademik S-2. Saat ini, baru 26 persen guru kami yang sudah berkualifikasi S- 2," katanya terus terang. Sumber : Bali Post