Siswa SD Se-Bali Ikuti Try Out
Setelah siswa kelas XII SMA/MA/SMK dan kelas IX SMP/MTs di Bali mengikuti try out atau ujian pemantapan UN, mulai Senin (27/2) giliran siswa kelas VI SD/MI mengikuti try out UASBN. Tercatat sekitar 7.008 siswa SD/MI se-Bali mengikuti try out yang dikoordinasikan Disdikpora Provinsi Bali. Pada hari pertama try out kemarin mengujikan mata pelajaran bahasa Indonesia.
Di Denpasar, pelaksanaan try out SD/MI , tampak berjalan lancar. Kendati baru tahap try out, namun pelaksanaannya dikondisikan sama seperti UASBN. Pengawasannya sangat ketat dengan menerapkan sistem silang. Para pengawasnya berasal dari guru-guru sekolah lain dalam satu kecamatan.
Kendati demikian, hari pertama try out SD/MI di Denpasar diwarnai kekurangan lembar naskah soal, seperti yang terjadi di SDN 17 Dauh Puri. Di sekolah yang dipimpin Ida Bagus Dharma Putra, S.Ag., dari 111 siswa peserta try out yang tersebar pada 6 ruangan, ditemukan satu siswa yang mendapatkan lembaran soal kurang. Siswa bersangkutan tidak mendapatkan soal nomor 1, 2, 48, 49 dan 50.
Menyikapi permasalahan tersebut, pihak sekolah menggantikan dengan soal cadangan yang diambil di UPT Disdikpora Denpasar Utara. Kasek Dharma Putra, mengatakan, permasalahan kekurangan lembar soal ini tidak sampai menghambat pelaksanaan try out.
Kasek Dharma Putra, mengatakan try out itu penting bagi peserta didik dalam rangka menghadapi UASBN. Di samping bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa, secara psikologis try out ini sangat strategis untuk melatih mental anak menghadapi UASBN.
Sementara itu, di SD Cipta Dharma Denpasar jumlah peserta try out sebanyak 222 orang dan terbanyak di Bali. Pengawasan pelaksanaan try out di SD swasta favorit ini juga berlangsung ketat, dengan sistem pengawasan silang. Kepala SD Cipta Dharma Denpasar, Nyoman Mulyati, S.Pd., M.Psi., mengatakan, dengan mengikuti ujian pemantapan seperti ini anak-anak semakin terlatih, sehingga betul-betul siap menghadapi UASBN yang digelar 7- 9 Mei mendatang.
Menurut Mulyati, jika dari pelaksanaan ujian pemantapan ini ternyata ada nilai anak-anak kurang bagus, sekolah masih memiliki waktu untuk melakukan pengayaan. Dengan demikian pada saatnya berhadapan dengan UASBN, anak-anak tidak mengalami kesulitan yang berarti. ‘’Jujur ini pekerjaan berat bagi kami untuk bisa mengantarkan anak lulus 100 persen dengan nilai memuaskan,’’ tegasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Drs. AAN Gde Sujaya, M.Pd., mengatakan bahwa try out itu bertujuan untuk memetakan potensi peserta didik dalam menghadapi UASBN. Dari hasil try out ini akan dapat dilakukan pengkajian lebih lanjut. ‘’Dari try out ini akan dapat diketahui potensi anak-anak menghadapi UASBN. Jika hasilnya mengkhawatirkan, sekolah masih memiliki kesempatan untuk melakukan pengayaan yang lebih terarah,’’ ujarnya.
Pelaksanaan try out SD/MI ini berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (29/2) besok. Pada hari kedua, Selasa (28/2) ini diujikan mata pelajaran Matematika. Sementara pada hari ketiga, siswa SD/MI dijajal kemampuannya menjawab soal-soal IPA.