Menu

SMAN 3 Denpasar Borong Juara Mading MIPA Unud

  • Senin, 16 Februari 2009
  • 824x Dilihat
SMAN 3 Denpasar Borong Juara Mading MIPA Unud
Siswa jurnalistik SMAN 3 Denpasar belum terkalahkan di ajang lomba mading, kording, bahkan film dokumenter. Belum lama ini, anak-anak cardas asuhan Ananta Wijaya ini sukses memborong juara I, II dan III di lomba mading se- Bali yang digelar MIPA Unud. Juara I diraih "Alchemist 3" beranggotakan Disa Saraswati, Sherina Devi, Budi Setianingsih, Handriani dan Wayan Desi Bintari. Tim yang dikomandani Disa ini mengritisi minimnya praktik kimia di sekolah sehingga membuat siswa takut dan tak mengenal zat-zat kimia. Tim ini mengadakan polling kepada 300 siswa di empat SMA yang menguatkan siswa tak mendapatkan pelajaran kimia secara optimal dalam bentuk praktik. Juara II diraih tim Trisma atas nama "Spirit' Us 3". Kelompok yang beranggotakan Putu Ary Pratiwi, Dewa Ayu Widyastiti, Sravistha, Rasmita Dewi, Bayu Indra Yudha dan Dwi Jayanthi ini hanya kalah tipis dengan juara I. Saraswati dan kawan-kawan mengangkat tema mendekatkan siswa dengan zat kimia. Padahal kesehariannya kita tak sadar bersentuhan dengan zat kimia seperti sabun, parfum dan lainnya. Hasil penelitiannya menunjukkan siswa SMAN 3 Denpasar temyata sangat suka praktik asam-basa di lab sebagai salah satu upaya untuk mengakrabkan siswa dengan bahan-bahan kimia. Sementara itu kelompok "Mo 3" yang beranggotakan Moh. Rizal, Amanda Rizky, Laksmi Darmayanti, Fredy Wirana dan Ngurah Kresnanda meraih juara III. Tak tanggung-tanggung mereka melakukan survei di Balai POM dan sejumlah pedagang kaki lima yang biasa mangkal didepan SD. Temyata ditemukan pemakaian zat kimia di berbagai jenis makanan yang dijual seperti pental bakso, saos dan sosis. Mereka menyarankan perlunya pengawasan sekolah terhadap pedagang ini. Sang kasek, Drs. Ketut Suyastra, tersenyum lebar menerima piala dan prestasi yang diraih siswanya. Kasek yang dikenal akrab dengan siswa ini sampai tak bisa menyebutkan saking banyaknya prestasi yang diraih tim jurnalistik Trisma. Terakhir adalah juara nasional film dokumenter di Jakarta hingga membuat radio komunitas. "Pokoknya kami senang, bakat anak tersalurkan, menghasilkan prestasi lagi," ujamya. Sumber : Bali Post