SMAN 6 DENPASAR SUSUN KRETERIA KETUNTASAN MINIMAL
Guru-guru SMAN 6 Denpasar segera memiliki kreteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mengukur keberhasilan belajar siswanya. Ini erat kaitannya dengan status sekolah ini sebagai rintisan Sekolah Katagori Mandiri (SKM).
Untuk mendapatkan SKM standar, guru sekolah ini dilibatkan workshop, Sabtu (14/2) kemarin, dibuka Kadis Dikpora Kota Denpasar Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si.
Gusti Lanang Jelantik mendukung kegiatan ini salah satu bentuk upaya peningkatan mutu pendidikan. Jika ketuntasan belajaar siswa sudah tercapai 75, ia yakin standar ini sekaligus upaya mengantarkan siswa lulus di Ujian Nasional (UN). Makanya sangat perlu guru meningkatkan kualitas diri lewat metode mengajar.
Di Bagian lain, Gusti Lanang Jelantik meluruskan informasi bahwa PP No. 74 tentang guru pada pasal 66 diatur guru yang sudah berusia 50 tahun ke atas, memiliki masa kerja minimal 20 tahun namun beluma S-1/DIV tahun ini bisa langsung uji sertifikasi. Jadi tidak menunggu lima tahun sejak diberlakukannya PP ini.
Guru model ini akan dituntaskan dalam kurun waktu lima tahun. Hanya, dinas masih menunggu juknis dari pusat.
KKM Standar
Kepala SMAN 6 Denpasar, Drs. Made Wigama, dan Wakasek Kurikulum Drs. I Nyoman Muditha, mengatakan workshop dua hari ini untuk mematangkan persiapan SMAN 6 Denpasar memenuhi delapan standar pendidikan nasional secara mandiri khususnya dalam evaluasi. Makanya KKM ini nantinya dipakai evaluasi standar di SMAN 6 Denpasar, namun tetap dijalankan secarak fleksibel. " Sebelumnya baru dilakukan uji coba, kini kami mantap menetapkan standar baku, ujar Wigama.
Muditha mencontohkan selama ini guru mata pelajaran menerapkan standar bervariasi. Agama menimal memiliki nilai 80, olahraga dan seni minilam 70, MIPA (65), di kelas I dan 70 di kelas II. Dengan KKM ini secara bertahap skeolah mampu memenuhi standar minimal nasional yakni 75. Saat itulah, kata Wigama, SMAN 6 Denpasar sudah siap menuju rintisan Sekolah Berstandar Internasional (SBI).
Ketua Panitia, Drs. Nengah Mudana, menambahkan workshop yang diikuti 63 guru ini menghadirkan narasumber dari Dikpora Denpasar.