Menu

SMP Dwijendra Gelar Workshop Peningkatan Mutu Guru

  • Senin, 20 Juni 2011
  • 898x Dilihat
SMP Dwijendra Gelar Workshop Peningkatan Mutu Guru
Walaupun hari libur sekolah, guru-guru SMP Dwijendra Denpasar, Jumat (17/6), sibuk mengikuti workshop peningkatan mutu. Pelaksanaan workshop dibuka Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Drs. Ida Bagus Gede Wiyana. Kepala SMP Dwijendra, Drs. Nyoman Sukendra, M.Hum., mengatakan, workshop diselenggarakan untuk terus meningkatkan profesionalisme guru guna mempertahankan budaya lulus 100 dan naik kelas 100 persen. Melalui workshop ini diharapkan mampu menumbuhkan iklim kondusif dan kompetitif mencapai prestasi di akademis dan non-akademis. Drs. Ida Bagus Gede Wiyana, memberi apresiasi tinggi atas agenda ini sebagai pertanda kesadaran untuk meningkatkan kualitas diri para gurunya. Di depan 100 guru SMP dan SD Dwijendra dan SD pendukung SMP Dwijendra, Ida Bagus Gede Wiyana, mengatakan, guru yang baik akan menghasilkan siswa yang baik. Makanya ia menekankan workshop ini perlu dijabarkan pentingnya pendidikan yang membangun kejujuran. Ia menyebut, ini penting sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurut Drs. Ida Bagus Gede Wiyana, guru adalah pengemban tugas mulai dan pembawa kebijaksanaan. Namun demikian ia mengakui sangat susah menjadi guru. Ketua Forum Komunikasi antar Umat Beragama Propinsi Bali ini menambahkan, di Saraswati Puja kita bisa mengambil pedoman upaya peningkatan mutu guru. Bahkan Siwa adalah lambang guru juga. Maka dari iru, sadarilah bahwa ilmu pengetahuan ini menjadi sebab dan juga menjadi akibat. Guru menyebabkan orang jujur, bijaksana, namun juga penyebab anak malas, menjadi penjahat dan sebagainya. Makanya, ia mengharapkan saat mengajar bekerjalah dengan baik, ada target dan satu topik harus tuntas. Radio Dwijendra, kata Drs. Ida Bagus Gede Wiyana, bisa dimanfaatkan untuk sarana mengajar, setelah itu materinya diujikan. Disinilah guru dan siswa mengevaluasi diri. Kasek bisa menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi meningkatkan kinerja dan produktivitas gurunya. Ia berani membayar gaji guru mahal jika ini terwujud. Makanya ia menginginkan guru Dwijendra menjadi barometer keberhasilan pendidikan di tingkat nasional dan internasional.