Menu

SMP PGRI 6 Denpasar 'Melaspas' Gedung Baru

  • Jumat, 13 Maret 2009
  • 1163x Dilihat
SMP PGRI 6 Denpasar 'Melaspas' Gedung Baru
Keluarga besar SMP PGRI 6 Denpasar kini memiliki gedung baru di Jalan Kapten Japa, Gang Tamansari No 2, Banjar Yangbatu Taman, Denpasar. Gedung baru di atas lahan 23 are ini diliputi ruang kelas, lab komputer, lab bahasa Inggris, ruang guru dan perkantoran. Gedung baru ini Kamis (12/3) kemarin di-pelaspas disaksikan Ketua YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. Dewa Putu Putra, M.M., M.H., M.Si., Lurah Dangin Puri, Ketua Komite Ketut Garga dan Pembina YPLP Drs. Ketut Kontra dan Nyoman Bandung. Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. I Ketut Antara, M.Ag. mengatakan, sekolah yang dipimpinnya menjadi incaran masyarakat karena dikenal sebagai sekolah plus berbahasa Inggris. Di sini siswa diberikan materi pengajaran bahasa Inggris lebih padat dibandingkan siswa di sekolah lainnya. Dengan demikian mereka nantinya diharapkan bisa melanjutkan studi ke SMA/SMK dan bekerja mandiri. Di samping itu, siswanya juga diberikan pendidikan keterampilan komputer yang wajib diikuti semua siswa. Dua bekal ini yakni penguasaan bahasa Inggris dan komputer adalah modal utama untuk bisa memenangkan persaingan kerja. Makanya, Ketut Antara yang juga guru agama Hindu ini ingin menyiapkan SDM Bali sejak dini yang unggul dalam dua bidang tersebut. Bahkan, para siswa dan guru kini disediakan internet gratis. 'Di era global mau tak mau siswa harus menguasai bahasa asing dan TI,' ujarnya. SMP PGRI 6 Denpasar tahun ajaran baru ini menerima siswa baru sebanyak enam kelas. Untuk warga Yangbatu dan Kayumas, ia memberikan diskon 20 persen uang bangunan sebagai wujud adanya sinergi antara sekolah dan masyarakat. Ketua YPPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Dewa Putu Putra salut dengan perjuangan Ketut Antara dkk. yang sukses menyewa lahan dan membangun mandiri gedung sekolah baru. Apalagi sekolah ini memiliki penguatan dalam TI (komputer) dan bahasa asing. Kedua program ini sesuai dengan visi YPLP Dasmen PGRI Denpasar mengembangkan sekolah berbasis TI, tetap kuat dengan budaya Bali. Ia harapkan program internet gratis ini bisa dipakai siswa dan guru untuk mengakses pelajaran dan kemajuan pendidikan. Sumber : Bali Post