Menu

SMPN 4 dan SMAN 5 Denpasar, Dianugerahi Trofi Adiwiyata

  • Senin, 08 Juni 2009
  • 1146x Dilihat
SMPN 4 dan SMAN 5 Denpasar, Dianugerahi Trofi Adiwiyata
Prestasi gemilang kembali diraih oleh SMPN 4 Denpasar dan SMAN 5 Denpasar. Untuk ketiga kalinya selama tiga tahun berturut-turut, kedua sekolah unggulan di Denpasar ini diundang ke Jakarta guna menerima Anugerah Lingkungan Hidup berupa trofi Adiwiyata. Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup bersama Menteri Pendidikan Nasional ini diserahkan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, Jumat (5/6) lalu. Kepala SMPN 4 Denpasar Drs. I Wayan Dhania, M.Pd. dan Kepala SMAN 5 Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. mengatakan, Anugerah Lingkungan Hidup itu dianugerahkan secara khusus kepada sejumlah sekolah yang dinilai konsisten mengimplementasi komitmen peduli dan berbudaya lingkungan dalam tataran aksi nyata. Tentunya, penghargaan itu makin memantapkan eksistensi dan dedikasi sekolah-sekolah penerima penghargaan dalam menggerakkan aktivitas-aktivitas pelestarian dan penyelamatan lingkungan. Ini Anugerah Lingkungan Hidup ketiga yang diterima SMPN 4 Denpasar dan SMAN 5 Denpasar selama tiga tahun terakhir ini. Tahun 2007 lalu, sekolah kami berdua ditetapkan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata pada tahun 2008. Sedangkan pada tahun 2009 ini, SMPN 4 Denpasar dan SMAN 5 Denpasar kembali dipercaya menyandang gelar Sekolah Adiwiyata untuk kedua kalinya, kata Winata yang dibenarkan oleh Dhania ketika ditemui Bali Post, Minggu (7/6) kemarin. Dhania menambahkan, bukan perkara mudah untuk meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata. Dikatakan, pihaknya harus mengikuti serangkaian penilaian dari tim pusat di mana kriteria penilaiannya dititikberatkan pada sikap dan pengetahuan warga sekolah dalam menjaga lingkungan serta penampilan lingkungan sekolah secara menyeluruh. Tahun depan, kami punya obsesi untuk meningkatkan predikat sekolah kami dari Sekolah Adiwiyata menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Itu merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan pemerintah kepada sekolah, katanya. Menurut Dhania, sekolah yang dipimpinnya punya peluang besar untuk mewujudkan obsesi itu. Apalagi, pihaknya selama beberapa tahun terakhir sudah mengembangkan mata pelajaran muatan lokal pilihan Lingkungan Hidup guna menggugah kepedulian siswa terlibat aktif dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup. Sumber : Bali Post