Terkait Kasus Geng Motor Cewek , I.B Rai Dharmawijaya Mantra Minta Sekolah Lakukan Pemetaan
VIDEO tindak kekerasan yang tersebar di youtube dengan para pelakunya kalangan ABG, membuat prihatin seluruh masyarakat. Tak terkecuali Wali Kota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, menyayangkan tindakan ABG yang terekam dalam adegan berdurasi 5.36 menit itu. Makanya, orang nomor satu di jajaran Pemkot Denpasar ini meminta para guru dapat melakukan pemetaan, mencari tahu, serta meneliti fenomena apa yang telah terjadi di kalangan anak muda siswa sekolah saat ini.
“Tindakan yang dilakukan para ABG ini karena masalah yang sederhana dikalangan anak muda, namun dapat segera mencari solusi terbaik karena yang kita hadapi masalah perilaku,†ujar Rai Mantra, saat melakukan tatap muka dengan Kepala SMP, SMA/SMK Se-Kota Denpasar di Rumah Pintar Disdikpora Kota Denpasar, Kamis (9/2) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra dan seluruh kepala sekolah juga menyaksikan adegan video kekerasan yang diputar sebelum acara tatap muka tersebut dimulai.
Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan sangat menyayangkan dan prihatin terhadap tindakan yang dilakukan oleh ABG ini, yang notabene masih berusia 15 hingga 17 tahun. Rai Mantra juga minta kepada seluruh kepala sekolah dan guru untuk dapat segera melakukan pemetaan, meneliti fenomena yang sedang berkembang disetiap sekolah. “Dalam keadan seperti ini kita tidak boleh saling menyalahkan, melainkan bagaimana kita mengambil tindakan solusi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan dikalangan remaja kita saat in,†ujar Rai Mantra.
Kemajuan teknologi seperti sekarang ini, menurut Rai Mantra membawa dampak baik serta juga membawa dampak yang tidak baik terhadap perkembangan putra-putri kita. Dengan kemajuan tersebut apa yang tidak dapat dilakukan oleh putra-putri kita, namun pengawasan dan perhatian kita harus terus ditingkatkan sehingga mereka tidak terjerumus dalam tindakan-tindakan yang dapat merugikan dirinya sendiri.
Dalam waktu dekat ini, Rai Mantra juga akan melakukan roadshow ke sekaa teruna di setiap banjar, kelian banjar, dan bendesa, serta kadus/kaling yang tujuannya untuk mendapatkan masukan apa yang harus kita lakukan dalam menangani masalah ini. Di samping itu juga dalam waktu dekat ini sebagai bahan pelaksanaan lokakarya penangan masalah ini. “Jadi dengan fenemona ini serta kemajuan-kemajuan teknologi saat ini kita dituntut untuk selalu mengikuti dan menyiakan tindakan antisipasi jika terjadi sesuatu yang menyimpang,†katanya.
Sementara Kadisdikpora Kota Denpasar,Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya,SE, Msi. mengatakan kejadian ini menjadi perhatian serius seluruh kalangan khususnya dunia pendidikan. Maka dari itu, dalam pertemuan ini untuk lebih merapatkan barisan serta lebih peduli terhadap anak didik disekolah. Disamping itu meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan para siswa di sekolah.
Menurut Eddy Mulya, pihak Disdikpora telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh lintas sektoral Denpasar untuk mengambil langkah dalam menangani masalah ini. Disamping itu juga dalam waktu dekat ini pihaknya akan membentuk tim terpadu sebagai pendamping terkait kenakalan remaja akhir-akhir ini. “Kita akan segera membentuk tim terpadu sebagai pendamping terkait masalah kenakalan remaja,†tandas Eddy Mulya.