Trisma Boyong Lagi Piala Bergilir PSR,Tim Jurnalistik Sukses di Unud
SMAN 3 Denpasar memang pas dijuluki sekolah serba bisa. Tempat berkumpulnya siswa berotak cerdas namun juga berbakat dalam seni. Buktinya, minggu ini anak-anak SMAN 3 Denpasar (Trisma) tampil luar biasa di berbagai event penting.
Sabtu (7/3) lalu Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd. menerima piala bergilir dan juara umum Pekan Seni Remaja (PSR) dari Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Esok harinya tim jurnalistiknya mempersembahkan piala bergilir Akademika Unud setelah Disa Saraswati dkk. meraih juara I dan Widya dkk. meraih juara III. Disa juga meraih predikat penulis laporan utama terbaik dan profil terbaik. Sedangkan tajuk terbaik oleh Amanda dan artistik terbaik Sherma Devi.
Di ajang bergengsi PSR, Trisma untuk kesekian kalinya meraih juara umum setelah mengantongi enam emas, tiga perak dan empat perunggu. Ketua OSIS Trisma Dewa Made Krisna Adhi Sanjaya didampingi Putu Candra Gunantara menyebutkan emas diraih di kekawin putri oleh Merry dan IA Dika, tata busana (Santi Wiranti dan Erlangga Bayu), tim gender wayang, puisi putri (Novi Cahyani) tim paduan suara dan tim reong.
Perak disumbangkan cabang rindik berpasangan, melukis dan menulis aksara Bali. Medali perunggu disumbangkan dharma wecana putri, kendang tunggal dan kekawin putra.
Dewa Krisna mengaku puas dengan hasil tahun ini karena kemenangan diperoleh lewat perjuangan yang amat berat. Tim paduan suara Trisma sebagai penentu di hari terakhir langsung menyapu emas. 'Kami targetkan tahun depan juara umum lagi guna meraih piala tetap,' ujarnya.
Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd. mengakui keberhasilan ini berkat kerja keras bersama antara pembina, siswa, guru dan karyawan. Yang utama adalah keseriusan dalam pembinaan. Sekolah menyiapkan media pembinaan tiap purnama diisi dengan keterampilan budaya. Di samping bibit-bibit baru muncul lewat rekrutmen yang profesional.
Berbagai prestasi ini, kata dia, membuktikan sekolah yang dipimpinnya mampu mengasah otak kiri dan otak kanan. Dua komponen ini dikembangkan secara seimbang untuk bisa mencetak manusia yang utuh. Kuat ipteknya, tangguh budaya dan budi pekertinya.
Sumber : Bali Post