Menu

Trisma Juara Nasional Penulisan Kebudayaan

  • Selasa, 28 Juli 2009
  • 682x Dilihat
Trisma Juara Nasional Penulisan Kebudayaan
Kado tahun ajaran baru di SMAN 3 Denpasar (Trisma) dimulai dengan prestasi membanggakan sebagai juara Nasional. Disa Saraswati (Trisma) meraih juara II Nasional lomba penulisan kebudayaan yang digelar Diknas dan Menbudpar. Saingannya luar biasa yakni 66 duta tiap provinsi, namun Disa yang mewakili Bali tampil pede di ajang itu mempresentasikan ''Subak Agung'' sebagai langkah antisipasi konflik subak dan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS). Nilai budaya Hindu ini ia tuangkan ke dalam tulisan yang menarik dan enak dibaca. Makanya Disa berhak atas hadiah uang Rp 4 juta dan piala tetap. ''Bangga mengukir prestasi nasional bagi Trisma di awal tahun ajaran baru,'' ujarnya. Anak-anak Trisma yang didukung tim jurnalistiknya memang tangguh dalam urusan essay dan karya ilmiah. Dewa Ayu Widyastuti Sravistha meraih juara I se-Bali dalam lomba menulis essay tentang Humaniro di Faksas Unud. Ia memaparkan bahwa ilmu eksata tanpa humaniora tak akan ada artinya. Ia mengibaratkan kedua ilmu itu berbeda namun satu. Dalam humaniora kita menemukan eksata dan sebaliknya. Di lomba ini juara III juga diraih Trisma atas nama Desak Putu Diah Darmapatni. Prestasi non-akademik juga dipersembahkan Dewa Ayu Santi Wiranthi Rendang. Ia meraih juara I lomba busana melayat di PKB Bali belum lama ini. Duta Kota Denpasar ini memang memiliki segudang prestasi di bidang fashion yang persembahkan untuk Trisma tercinta. Santi Wiranthi Rendang adalah Paskibraka Nasional 2008. Jadi, ia sukses memadukan ilmu kedisiplinan dan fashion sekaligus. Prestasi terbaiknya juara Nasional busana kreasi di Bandung. Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. I Ketut Suyastra, M.Pd. tetap konsisten mengembangkan sekolah ini sebagai pengembangan otak kanan dan otak kiri untuk membentuk pribadi yang utuh. Dengan demikian siswa Trisma bukan saja dikenal cerdas di akademik namun juga berprestasi di bidang non-akademik. Apalagi semua juara yang diraih berhubungan dengan kecakapan hidup siswa. ''Guru dan kasek sangat senang mampu membangun karakter siswa secara utuh,'' ujarnya. Sumber : Bali Post