WAWALI JAYANEGARA TUTUP LOMBA DEBAT HIV/AIDS DAN NARKOBA
Denpasar (denpasarkota.go.id), SMAN 2 Denpasar berhasil meraih juara I (satu) dalam lomba debat HIV/Aids dan Narkoba yang diselenggarakan BNK Kota Denpasar yang bekerja sama dengan dengan Dikpora dan Forum Guru Pembina KSPAN (Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba) di Aula SMAN 2 Denpasar. Dengan keberhasilan ini SMAN 2 Denpasar berhak atas piala dan hadiah dan diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Denpasar yang juga Ketua BNK Kota Denpasar IGN Jayanegara, SE. Sabtu (28/11) di aula SMAN 2 Denpasar.
Ketua panitia debat Drs. AA. Ketut Sujana mengatakan lomba debat ini diikuti 60 SMA/ SMK se-Kota Denpasar dan berlangsung mulai tanggal 23 Nopember dan final 28 Nopember. Sebelum mencapai babak grand final seluruh peserta diwajibkan mengikuti tes tulis dan dilanjutkan dengan babak penyisihan. Dari 60 peserta yang ikut lomba debat akhirnya empat tim atau sekolah yang berhasil masuk 4 besar yakni SMAN 1 Denpasar, SMAN 2 Denpasar, SMAN 4 Denpasar dan SMAK Harapan. Keempat peserta ini menurut AA Ketut Sujana diadu lagi dalam forum debat yang melibatkan tim juri dari Kisara dan PKBI Denpasar. Setelah melalui adu argumentasi yang cukup alot menegangkan akhirnya SMAN 2 Denpasar berhasil keluar sebagai juara I, disusul SMAK Harapan dan SMAN 1 Denpasar masing-masing sebagai juara II dan Juara III. Lebih jauh AA Ketut Sujana mengatakan bahwa tujuan lomba debat ini disamping untuk memeriahkan Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember mendatang adalah juga untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para siswa sehingga mampu membentengi diri agar terhindar dari bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang. �Melalui debat ini kami berharap para siswa menjadi terlatih serta berani mengemukakan pendapat dan memiliki commnucation skill yang mantap serta dapat menjadi teladan bagi teman-teman sebayanya," kata Sujana.
Sementara itu Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara ditemui usai penyerahan piala dan hadiah bagi pemenang mengatakan dengan adanya lomba ini akan memberikan pemahaman bagi siswa bagaimana pengaruh dan dampak dari HIV/AIDS serta Narkoba bagi masyarakat dan siswa pada khususnya. "Kami berharap semua komponen baik orang tua, guru maupun masyarakat dapat berpartisipasi untuk ikut mencegah timbulnya korban sia-sia dari penyalahgunaan Narkotika serta obat-obatan terlarang," kata Jayanegara. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sebenarnya kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, yang muncul kepermukaan hanya sedikit, namun sesungguhnya didalamnya masih banyak yang belum diketahui. Oleh karena dia mengajak kepada para siswa untuk tidak coba-coba atau bermain dalam pergaulan bebas serta pemakaian obat-obatan terlarang. "Sekali salah melangkah fatal akibatnya, Jadikanlah masalah HIV/AIDS dan Narkoba sebagai musuh bersama," tegas Jayanegara.