'Workshop' KTSP-PTK Bisa Dipakai Guru Naik Pangkat
Workshop KTSP bermanfaat ganda bagi guru. Selain untuk uji sertifikasi, juga dapat dipakai guru untuk pengembangan karier alias naik pangkat. Hal itu ditegaskan salah seorang guru Fisika SMAN 7 Denpasar Drs. Ketut Mudhita selaku tim pengembangan KTSP Provinsi Bali saat workshop guru-guru SMA se-Kota Denpasar yang berakhir Minggu (1/2) lalu.
Workshop selama tiga hari dibuka Kepala Dinas Dikpora Kota Denpasar Drs. Gusti Lanang Jelantik, M.Si. Saat itu Lanang Jelantik memaparkan kebijakan pendidikan di Denpasar menyangkut pemerataan akses, pencitraan publik, peningkatan mutu dan pengembangan sekolah sebagai pusat budaya.
Sementara itu, Mudhita yang beberapa hari lagi akan diwisuda menyandang gelar magister pendidikan (M.Pd.) ini mengatakan workshop pengembangan kurikulum dilakukan agar pengembangan profesi guru meningkat hingga akhirnya prestasi siswa juga meningkat. Mudhita yang juga sebagai peneliti dan pengembangan KTSP menemukan fakta dari 203 sampel guru di SMA negeri di Denpasar, sebagian besar pengembangan profesinya belum optimal.
Guru berprestasi Provinsi Bali yang sukses naik pangkat ke IV-a dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini mengatakan, PTK juga bisa dipakai untuk naik pangkat termasuk kegiatan mengikuti pengembangan kurikulum, baik bersifat penyempurnaan atau pembaruan. Ini sesuai dengan SK Meneg Aparatur Negara No. 84/1993 tentang Jabatan Guru dan Kreditnya khsuusnya pasal 5 ayat 3. 'Jadi, selain untuk uji sertifikasi guru, kegiatan ini bisa dipakai melengkapi 12 poin pengembangan profesi guru,' tegasnya.
Selaku Ketua MGMP Fisika Provinsi Bali, Mudhita menyayangkan dana yang disiapkan untuk pengembangan profesi guru makin berkurang, bahkan ditiadakan sehingga kegiatan MGMP di Bali berjalan secara mandiri. Padahal di MGMP ini banyak hal yang bisa disampaikan sehubungan dengan peningkatan pengembangan profesi guru. Sebab, pengembangan profesi bukan hanya sukses dalam uji sertifikasi atau naik pangkat, yang terpenting guru terus mengembangkan profesinya. 'Wajar, jika guru yang sukses mengembangkan profesi diberi perhatian oleh pemerintah berupa kesejahteraan yang layak,' kata mantan Kepala SMA PGRI 7 Denpasar itu. (025/*)
Sumber : Bali Post