Mulai Senin (12/3) kemarin tercatat 52.889 siswa SMA/SMK se-Bali mengikuti ujian pemantapan (try out) dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN). Pelaksanaan ujian pemantapan hari pertama kemarin dipantau Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta.
Wagub Sudikerta melakukan pemantauan UN di tiga sekolah di Gianyar, yakni SMKN 1, 2 dan 3 Sukawati. Saat itu, Wagub Sudikerta yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali, TIA Kusuma Wardhani, serta Kabid Jibang Ketut Saputra Aryadi, meminta pihak sekolah mempersiapkan siswa-siswanya secara optimal sehingga mampu mencapai nilai terbaik saat UN nanti.
Kadisdikpora Bali, TIA Kusuma Wardhani mengatakan, ujian pemantapan ini bermanfaat menyiapkan mental siswa menghadapi UN. Ia menyebutkan, ujian pemantapan hari pertama berjalan lancar dan tertib. Pihaknya tidak ada menerima laporan soal ujian pematapan UN yang kurang.
Sementara itu, pelaksanaan try out UN di Denpasar juga berjalan tertib dan lancar. Pantaun di SMAN 3 Denpasar, SMAN 7 dan SMAN 1 Denpasar, siswa tampak tenang menjawab soal. Ujian pemantapan di SMAN 3 Denpasar diikuti 266 siswa tersebar pada 14 ruangan. Sedangkan di SMAN 7 Denpasar, ujian pemantapan diikuti 464 siswa terdiri dari 360 siswa program IPA dan 104 siswa program IPS dan tersebar pada 24 ruangan.
Di SMAN 1 Denpasar, ujian pemantapan diikuti 416 siswa. Ratusan siswa di sekolah favorit ini tampak khusuk mengerjakan naskah soal try out. Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. I Nyoman Purnajaya, MPd., pelaksanaan ujian pemantapan provinsi hari pertama berjalan lancar. "Meski nilai UN kabarnya hanya sebagai pemetaan, tapi Smansa tetap tidak menurunkan penilaian ataupun posisi UN," ujarnya.
Pihaknya mengatakan bahwa UN tetap penting dan serius. Maka dari itu, siswa peserta UN tetap dipersiapan maksimal menghadapi UN. "Jadi anak-anak kami siapkan dengan baik. Selama ini mereka kami beri pembinaan khusus dari pukul 07.00 wita sampai pukul 11.20 wita untuk membahas soal-soal UN," jelasnya.
Ia optimis sebanyak 416 siswanya lulus UN dengan nilai yang memuaskan. Dibandingkan pengalaman pelaksanaan UN tahun-tahun sebelumnya, khususnya 2 tahun terakhir, menurut Purnajaya pelaksanaan menjelang UN tahun 2015 ini lebih baik. "Mulai dari pendistribusian naskah sudah lancar. Kami optimis pelaksanaan UN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," ujarnya. (putra)