Pada Sabtu (14/6) ini, hasil kelulusan SMP/MTs tahun ajaran 2013/2014 diumumkan serentak di seluruh Indonesia. Untuk Ujian Nasional (UN) SMP/MTs di Provinsi Bali yang diikuti 60.075 siswa, tercatat 60.063 siswa (99,98%) di antaranya dinyatakan lulus. Sedangkan 12 siswa (0,02%) lagi gagal meraih standar nilai minimal kelulusan yang dipersyaratkan alias tidak lulus. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M., mengatakan hal itu, Jumat (13/6) kemarin.
Wardhani menambahkan, persentase kelulusan peserta UN SMP/MTs di Bali pada tahun ajaran ini meningkat dibandingkan tahun ajaran 2012/2013 lalu. Tahun lalu, jumlah peserta UN tercatat 59.4071 orang. Rinciannya, 59.177 orang (99,61%) berhasil lulus dan 230 orang lagi (0,39%) tidak lulus. ‘’Ini berarti, peningkatan persentase kelulusan untuk tahun ajaran ini mencapai 0,37%,’’ jelasnya.
Bila dilihat dari distribusi kelulusan per kabupaten/kota, Wardhani memaparkan, tercatat empat kabupaten yang sukses mencatat persentase kelulusan siswa hingga seratus persen untuk jenjang SMP yakni Kabupaten Gianyar, Bangli, Buleleng, dan Badung. Sementara, di Kota Denpasar, jumlah peserta UN SMP tercatat 11.604 orang. Dari jumlah itu, 11.603 orang (99,99 persen) berhasil lulus dan satu orang peserta (0,01 persen) dinyatakan gagal meraih standar nilai minimal kelulusan. Kabupaten Klungkung, dari 2.885 orang peserta UN, tujuh siswa (0,24 %) dinyatakan tak lulus UN.
Kabupaten Karangasem, dari 6.317 orang peserta UN, 2 orang dinyatakan tak lulus (persentase kelulusan 99,97%). Kabupaten Jembrana tidak lulus satu siswa (persentase kelulusan 99,98%). Di Kabupaten Tabanan dari 6.023 orang peserta UN SMP, satu orang dinyatakan tak lulus (persentase kelulusan 99,98 persen). ‘’Jika persentase ketidaklulusan dijadikan acuan, maka prestasi terendah tahun ini dicatat Kabupaten Klungkung,’’ ujarnya.
Dilihat dari jumlah nilai rata-rata UN per sekolah, kata dia, SMPN 3 Denpasar mencatat prestasi terbaik se-Bali dengan jumlah nilai rata-rata 36,48 diikuti SMPN 10 Denpasar (36,18), SMPN 1 Denpasar (36,12), SMPN 1 Kuta (36,01), SMP Taman Rama Denpasar (35,64), SMPN 2 Kuta Selatan (34,78), SMPN 4 Kuta Selatan (34,77), SMPN 7 Denpasar (34,40), SMP Nusa Dua (34,32), dan SMP Dirga Yusa Ungasan (34,09).
Selain menetapkan nilai rata-rata UN, juga ditetapkan 10 besar sekolah peraih nilai rata-rata NA (Nilai Akhir). Ranking pertama ditempati SMPN 3 Denpasar dengan jumlah nilai rata-rata NA 36,38, disusul SMPN 1 Kuta (35,67), SMPN 1 Denpasar (35,66), SMPN 10 Denpasar (35,29), SMP Taman Rama (35,24), SMP Dwijendra Bualu (35,23), SMPN 1 Gianyar (34,29), SMP Dirga Yusa Ungasan (34,22), SMPN 7 Denpasar (34,13),dan SMPN 4 Kuta Selatan (34,08).
Sedangkan dari prestasi perseorangan, Luh Ayu Nanamy K.E.S. dan Muhammad Iqbal Galih Widiyana (SMPN 1 Kuta) tercatat sebagai peraih nilai UN tertinggi se-Bali dengan nilai komulatif 39,40. Ranking II ditempati A.A. Arumi Jayanti Kusumasari (SMPN 1 Denpasar), Albertus Gagas Pradana Dian Nugraha (SMPN 3 Denpasar) dan I Putu Satya Ariwinata (SMPN 7 Denpasar) masing-masing mengoleksi nilai UN 39,15. Peringkat III diraih Putu Cantika Jenise Asri Masta (SMPN 1 Denpasar) dengan nilai UN 39,10.
Juga ditetapkan tiga besar prestasi perseorangan berdasarkan jumlah nilai NA. Ranking I-III masing-masing diraih Kadek Astri Candra Dewi (SMPN 3 Denpasar) dengan nilai 38,70, disusul Cindy Laurentia Chandra (SMPN 3 Denpasar/38,60), dan I Putu Ari Putrawan (SMPN 7 Denpasar/38,50).
Wardhani menambahkan, 12 siswa SMP yang tidak lulus UN itu secara otomatis tidak bisa menamatkan jenjang pendidikan formalnya tahun ini. Mereka hanya bisa mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B yang ijazahnya diakui setara dengan ijazah SMP.
Wardhani menegaskan akan melakukan evaluasi dan pembenahan ke setiap sekolah yang siswanya tak lulus UN. Targetnya, tahun depan, seluruh siswa bisa lulus 100 persen. ‘’Kami akan ke lapangan langsung, meninjau sekolah yang siswanya tak lulus, terutama di Klungkung. Kita akan melihat langsung seperti apa kondisi sekolah-sekolah yang siswanya tidak lulus,” ujarnya.