Suasana di SMPN 5 Denpasar, Jumat (19/9) kemarin agak berbeda, lebih tegang dari biasanya. Pasalnya, 50 siswa kelas IX menjalani tes urine untuk mendeteksi kemungkinan adanya siswa memakai narkoba.
Tes urine dilakukan 10 aparat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar. Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Purwadi, SSTMK., melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Agung Putra Wijaya, S.H., mengatakan, diselenggarakannya tes urine ini merupakan permintaan sekolah, setidaknya agar pelajar enggan mencoba-coba jenis narkotika apapun. Ke-50 siswa yang diambil sempel urinenya sebelumnya sudah didata oleh guru Bimbingan Konseling (BK).
Satu per satu siswa mengantri menuliskan daftar hadir dan menerima wadah untuk tempat sempel urine. Wadah ini terbuat dari bahan mika, sehingga tidak mudah pecah, dan bisa menampung hingga 100 ml urine, dan dapat ditutup dengan rapat.
Sebelum pengambilan urine, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan tata cara pengambilan urine yang benar. Selain tak boleh ditukar dengan peserta lainnya, sampel urine pun tidak boleh dicampur degan air atau zat lain yang dapat merubah komposisi zat dalam urine. Pengambilan urine juga harus dilakukan oleh peserta sendiri. ‘’Selanjutnya, wadah yang telah terisi urine diserahkan ke petugas screening untuk dilakukan pengujian urine,” imbuh Wijaya.
Proses pengujian sampel sendiri dilakukan dengan menggunakan alat khusus untuk tes urine. Untuk kepentingan pengujian, BNN menggunakan enam parameter, yakni kokain (COC), ganja (THC), methamphetamine (MET), amphetamine (AMP), morphin (MOP), dan benzodiazipines (BZO).
Menurut Wijaya, dari hasil tes tidak ditemukan ada siswa yang terindikasi menggunakan narkoba. ‘’Dalam tes urine bagi pelajar, bilamana kami mendapatkan peserta didik yang terindikasi positif memakai narkoba, kami akan merahasiakannya, dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Untuk di SMPN 5 Denpasar, ke-50 siswa yang mengikuti tes urine hasilnya negatif,’’ ujarnya.
Kepala SMPN 5 Denpasar, Wayan Kamasan, S.Pd., M.Pd., mengaku sangat lega dengan hasil tes urine yang menunjukkan anak didiknya negatif menggunakan narkoba. Sekolah menurutnya, sangat mengapresiasi kegiatan yang dibidani oleh BNN tersebut. “Tes urine bisa menjadi upaya preventif dalam mengantisipasi peredaran narkoba di lingkungan sekolah,’’ ujarnya.
Dia mengatakan, sekolah tidak bisa setiap waktu mengawasi anak didiknya. Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam menjalankan kepentingan yang sama, yakni mendidik moral anak. “Kemampuan sekolah untuk melakukan pengawasan tentu terbatas. Karena itu, kerjasama dengan instansi lain seperti BNN ini harus dilakukan,’’ tandasnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026