Menu

Absen, 32 Peserta UNPK Paket C

  • Selasa, 15 April 2014
  • 3600x Dilihat

Pengumuman kelulusan Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK) Paket C periode I tahun 2014 dilakukan pertengahan Mei mendatang. Namun, tercatat 32 siswa program regular di Denpasar yang terdaftar sebagai peserta UNPK Paket C sudah bisa dipastikan tidak lulus. Pasalnya, mereka itu absen alias tidak mengikuti UNPK tanpa keterangan yang jelas.
Dihubungi Selasa (15/4) kemarin, Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. I Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., sangat menyayangkan ketidakhadiran ke-32 siswa yang terdaftar sebagai peserta UNPK saat ujian berlangsung. Mereka tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. ‘’Karena mereka tetap absen pada UNPK, maka secara otomatis mereka dinyatakan tidak lulus. Mengingat, pada UNPK tidak mengenal istilah ujian susulan,’’ ujarnya.
Dikatakan, UNPK Paket C setara SMA yang berlangsung dari 14-16 April 2014 semestinya diikuti 392 peserta dari 14 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Denpasar. Namun, 32 orang di antaranya berhalangan hadir sehingga dipastikan peluangnya untuk lulus UNPK sudah tertutup rapat. ‘’Saat ini, mereka hanya bisa berharap mengikuti UNPK Paket C periode II tahun 2014 mendatang,’’ katanya.
Disebutkan, materi ujian untuk UNPK Paket C Program IPS meliputi Bahasa Indonesia, Geografi, PKn, Matematika, Sosiologi, Bahasa Inggris dan Ekonomi. Sedangkan Program IPA mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Biologi, PKn, Matematika, Kimia, Bahasa Inggris dan Fisika. Dalam menjawab soal-soal mereka disediakan waktu 120 menit pada masing-masing mata pelajaran dalam bentuk soal multiple choise (pilihan ganda).
Arnawa menambahkan, pengawasan UNPK juga ketat seperti UN di sekolah formal. Tiap ruangan diawasi dua pengawas. Peserta dilarang membawa HP ke ruangan. ‘’Sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional, lulusan Kejar Paket A, B dan C punya hak egibilitas yang sama dan setara dengan pemegang ijazah SD, SMP dan SMA untuk mendaftarkan diri pada satuan pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, mereka juga punya peluang yang sama untuk bersaing memperebutkan lowongan pekerjaan baik pada instansi pemerintah (PNS) maupun swasta,’’ tandasnya.