BADAN Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, Kamis (5/2) melakukan tes urine terhadap siswa SMA Dharma Praja. Tes urine ini menyasar 100 siswa dipilih secara acak baik laki maupun perempuan, melibatkan tak kurang dari sepuluh petugas BNN.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) BNN Kota Denpasar, I Gusti Agung Putra Wijaya, S.H., menjelaskan, tes urine ini bagian dari upaya memerangi dan mencegah peredaran narkoba di Kota Denpasar. Khususnya di kalangan pelajar tingkat SMA di Kota Denpasar.
Dia mengatakan, tes urine ini dilakukan untuk meminimalisir peradaran narkoba di sekolah-sekolah, karena peredaran narkoba dikalangan pelajar sudah sangat mengkwatirkan. Selain itu, tes urine ini juga untuk mendeteksi sejak dini terhadap sekolah-sekolah yang siswanya diindikasi menggunakan narkoba sehingga bisa dicegah sejak dini.
‘’Hal yang pertama dan terpenting melakukan test urine ini untuk memberikan pengetahuan bahaya narkoba untuk siswa SMA, ini juga upaya pengawasan apakah tingkat SMA di Kota Denpasar ada menggunakan narkoba,’’ kata Agung Putra.
Adapun test urine ini dilakukan dalam bentuk 5 parameter, yaitu kandungan ganja, heroin, shabu, ekstasi, dan jenis kandungan obat keras terlarang yang mengandung amphetamine lainnya. Dari hasil tes, semua siswa yang telah di test dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba.
Ketua OSIS SMA Dharma Praja, Dewa Putu Reza Setiawan, menjelaskan, ia sangat bangga dengan adanya pemeriksaan urine yang dilakukan BNN Kota Denpasar. Dia mengharapkan agar BNN Kota Denpasar juga melakukan tes urine bukan saja di SMA Dharma Praja, tetapi di sekolah lain termasuk di kalangan PNS serta tempat hiburan malam termasuk di masyarakat. ‘’Tidak hanya mahasiswa, pelajar, Polri, PNS, bahkan buruh dan petani sekalipun banyak yang terlibat narkoba,” sebutnya.
Sementara Agung Putra mengatakan, pada tahun 2015 ini BNN Kota Denpasar memprogramkan melakukan tes urine pada 10 sekolah negeri dan swasta, serta 10 instansi negeri dan swasta di Kota Denpasar. Termasuk melaksanakan fokus grup diskusi. Untuk tes urine di lingkungan sekolah adalah untuk keduanya kalinya digelar pada awal tahun 2015. ‘’Sebelum di SMA Dharma Praja, tes urine kami lakukan di SMK PGRI 6 Denpasar. Dari dua sekolah yang siswanya di tes urine dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba,’’ jelas Agung Putra.
Kepala SMA Dharma Praja, I Gede Bagus Arsawikanta, S.Pd., menyambut baik kegiatan tes urine yang dilakukan oleh BNN Kota Denpasar ini dan berharap agar kegiatan ini bisa rutin dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Dia juga mengharapkan agar program ini bisa berlanjut ke seluruh sekolah-sekolah untuk memproteksi peredaran narkoba, mengingat semakin parahnya peredaran narkoba yang menyerang seluruh lini masyarakat. Menurut Arsawikanta, generasi penerus bangsa ini tidak hanya harus cerdas dan berprestasi, tetapi juga harus sehat dan bersih dari penyalahgunaan narkoba. (pus)