DENPASAR – Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mendorong penguatan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai upaya memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, ceria, aman, dan terlindungi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Kebijakan PAUD HI yang digelar Disdikpora Provinsi Bali bersama Bunda PAUD Kota Denpasar di BPMP Provinsi Bali, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua IGTKI Kota Denpasar, Ketua Himpaudi Kota Denpasar, perwakilan BPMP/LPMP Provinsi Bali, Bunda PAUD Desa/Kelurahan, serta kepala satuan PAUD se-Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) dari Disdikpora Provinsi Bali kepada Bunda PAUD Kota Denpasar untuk selanjutnya disalurkan kepada satuan PAUD. Selain itu, diberikan apresiasi kepada delapan Bunda PAUD Desa/Kelurahan atas komitmen dalam mendukung pengembangan PAUD di Kota Denpasar.
Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, usia dini merupakan masa emas pertumbuhan anak sehingga pemenuhan kebutuhannya harus dilakukan secara menyeluruh. PAUD HI tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, serta perlindungan anak.
“PAUD Holistik Integratif bukan sekadar mengenai proses pembelajaran di dalam kelas, melainkan mencakup pemenuhan layanan esensial anak usia dini secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat sinergi antar-lembaga, organisasi mitra PAUD, serta Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak tumbuh dan berkembang secara optimal. “Mari kita satukan langkah, bersinergi dan berkolaborasi demi menghadirkan layanan PAUD berkualitas dan bermutu untuk semua anak-anak kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Disdikpora Provinsi Bali, Made Vitri Apsari, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pengembangan anak usia dini membutuhkan keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, layanan kesehatan, pemerintah desa/kelurahan, dan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia berharap sosialisasi PAUD HI dapat ditindaklanjuti melalui program nyata di tingkat kota hingga desa/kelurahan. Dengan sinergi lintas sektor yang semakin kuat, layanan PAUD diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, ramah anak, dan berkualitas guna mendukung lahirnya generasi Denpasar yang cerdas, sehat, ceria, berkarakter, serta berkembang sesuai potensinya.(pk)
03 Februari 2026
26 Maret 2026