Menu

Cegah Narkoba Masuk Sekolah

  • Rabu, 20 April 2016
  • 960x Dilihat

KASUS penyalahgunaan narkoba di Kota Denpasar tergolong mulai mengkhawatirkan. Bahkan, pelakunya tidak hanya kalangan dewasa, kini anak-anak dan pelajar juga menjadi pemakai maupun pengedar narkoba.

Untuk itu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar gencar melakukan berbagai upaya preventif untuk menekan kasus penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan pelajar. ‘’Secara kuantitas, kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Denpasar tahun ini tergolong menurun dibandingkan tahun lalu. Namun secara kualitas, justru ada peningkatan cara penyebarannya,’’ terang Kepala BNNK Denpasar Wayan Gede Suwahyu, Selasa (19/4) kemarin.

Suwahyu menyebutkan, khusus di Kota Denpasar, diperkirakan terdapat  800 (2,1%) penyalahguna narkoba dari total penduduk sekitar 8.000 jiwa. Namun dari jumlah itu tak semuanya penyalahguna narkoba merupakan warga denpasar, mengingat Denpasar adalah wilayah terbuka bagi pendatang, baik dari kabupaten lain maupun luar pulau.

Justru yang menjadi mengkhawatirkan, penyalahgunaan narkoba kini semakin merambah kalangan anak-anak dan pelajar. Seperti beberapa waktu lalu, Polresta Denpasar berhasil menangkap seorang pelajar SMK swasta di Denpasar yang kedapatan menjadi pengedar narkoba.

Suwahyu mengatakan, BNNK Denpasar terus melakukan berbagai langkah antisipasi memutus rantai penyalahgunaan narkoba. Salah satunya, melalui pola audensi dan asistensi ke sekolah-sekolah. Cara ini menurut Suwahyu, bertujuan membuat pola untuk pencegahan dan penanganan bahaya narkoba, dengan melibatkan kelompok siswa peduli AIDS dan narkoba (KSPAN), guru BK, guru olahraga dan guru kesenian.

BNNK Denpasar juga telah merancang program mengadakan tes urine ke sekolah-sekolah, menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah sekaligus memberikan penyuluhan bahaya narkoba, serta berharap pengetahuan tentang narkoba diintegrasikan pada pelajaran kimia dan biologi.

Suwahyu mengatakan banyak faktor yang membuat pelajar terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Di antaranya broken home, kurangnya perhatian orang tua, serta pengaruh pergaulan atau lingkungan. Pihaknya berharap para orang tua selalu mengawasi pergaulan anaknya.

‘’BNNK Denpasar tetap berkomitmen (tidak pernah surut) melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat meski masyarakat merasa bosan dengan upaya-upaya tersebut. Ibarat seorang pramugari yang selalu memberikan info keselamatan kepada penumpang sebelumtake off. Tujuannya agar masyarakat mau mengubah pola hidup tanpa narkoba,’’ ujarnya.