DENPASAR – Inovasi dalam mengolah limbah organik menjadi produk pangan kembali ditorehkan siswa SMP Negeri 14 Denpasar. Enam siswa yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) 14 “VIDHIS” berhasil mengembangkan “JAVORA”, beras analog berbahan dasar biji alpukat dan biji nangka yang memiliki kandungan karbohidrat serta antioksidan.
Tim yang terdiri dari Ni Kadek Aolina Saraswati Prastya, Putu Ayu Parwati Ashya Rindutjiva, Ni Komang Kirana Chintya Dewi, Kadek Ayu Tifani Felicia, Anak Agung Istri Chandani Jinarpatni, dan Ni Luh Rai Citra Puspita Sari tersebut dibimbing oleh Ni Komang Ayu Sekarini. Inovasi ini memanfaatkan biji alpukat dan nangka yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga.
Biji alpukat diketahui mengandung senyawa seperti polifenol dan flavonoid, sedangkan biji nangka memiliki kandungan pati dan karbohidrat yang potensial untuk diolah menjadi bahan pangan alternatif. Kedua bahan tersebut kemudian dibersihkan, dikeringkan, diolah menjadi tepung, dicampur dengan bahan pengikat alami, dan diproses melalui ekstrusi hingga membentuk butiran menyerupai beras.
Inovasi JAVORA berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Bali International Science Fair (BISF) 2026 yang berlangsung di Universitas Warmadewa pada 19–23 Juni 2026. Kompetisi kategori Innovation Science tersebut diikuti 40 tim dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, dan Bangladesh.
Kepala SMPN 14 Denpasar, I Komang Agus Ugrasena, mengapresiasi prestasi Tim JAVORA. Menurutnya, capaian tersebut menjadi medali emas internasional kedua bagi SMPN 14 Denpasar sekaligus membuktikan bahwa siswa-siswinya mampu bersaing hingga tingkat internasional.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama. Ia menegaskan dukungan terhadap berbagai potensi dan kreativitas siswa agar mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Prestasi JAVORA sekaligus menjadi contoh pemanfaatan limbah lokal untuk mendukung diversifikasi pangan, mengurangi ketergantungan terhadap beras konvensional, serta memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.(pk)
03 Februari 2026
26 Maret 2026