Menu

Dengan Kurikulum 2013, Lulusan SMK Akan Lebih Baik dan Siap Kerja

  • Selasa, 01 November 2016
  • 919x Dilihat

Sebanyak 100 guru SMK program keahlian akuntansi dan penjualan antusias mengikuti workshop pembuatan perangkat pembelajaran dan review Kurikulum 2013. Agenda workshop yang berlangsung selama empat hari dibuka Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., di ruang pertemuan SMKN 2 Denpasar, Senin (31/10) kemarin.

Supartha mengungkapkan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas guru dan membangun sikap anak didik. Implementasi Kurikulum 2013 di sekolah ini memiliki nilai sikap yang sangat bermanfaat untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, karena di dalam kurikulum ini mengandung beberapa sikap utama manusia.

Lebih lanjut Supartha juga menjelaskan, bahwa untuk saat ini seluruh SMK di Kota Denpasar sudah menggunakan kurikulum 2013, seluruh guru bidang studi sudah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 tersebut. Dengan Kurikulum 2013, ujar Supartha, pemerintah ingin menghasilkan bangsa Indonesia yang  produktif, kreatif, dan afektif. Dalam kurikulum tersebut anak dibentuk agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Ia menambahkan, Kurikulum 2013 lebih mengutamakan interaksi timbal balik antara guru dan siswa maupun antarsiswa. Siswa tidak hanya mendengarkan guru, tetapi diminta untuk berpendapat tentang pelajaran yang disampaikan guru. ‘’Ini menjadi kelebihan Kurikulum 2013 dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya,’’ ujar Supartha.

Diakuinya dengan Kurikulum 2013 ini, lulusan SMK akan lebih baik dan siap kerja, karena kurikulum ini akan membuat siswa makin mandiri, karena penugasan-penugasannya lebih tematik, kalau sebelumnya lebih kearah teoritis, tapi sekarang anak harus berfikir dengan tematik dan kreatif. Anak lebih aktif dalam metode pembelajaran yang ada, apalagi saat ini sudah ada fasilitas media taknologi informatika, maka anak lebih aktif lagi untuk mencari bahan pembelajaran di internet.

Saat disinggung akan pasar bebas ASEAN (MEA), Supartha mengaku pihak sekolah sudah memberikan pendidikan tambahan khusus, dengan sertifikasi. Jadi nantinya lulusan SMK disamping memperoleh ijasah juga akan memperoleh sertifikat sesuai kompetensi masing-masing.

Untuk menghadapi persaingan pasar ASEAN, lulusan SMK juga harus menguasai bahasa asing, paling tidak harus sudah menguasai bahasa Inggris, jadi lulusan SMK agar nantinya juga bisa meraih pasar kerja di luar negeri khususnya negara Asean. Kerjasama sekolah dengan dunia industri juga terus didorong.