Menu

Disdikpora Denpasar Perkuat Kompetensi Guru dalam Pendidikan Inklusi Jenjang SD

  • Kamis, 27 Agustus 2026
  • 14x Dilihat

DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Guru dengan tema “Pendidikan Inklusi pada Jenjang Sekolah Dasar (SD)”, Rabu-Kamis (27–28/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Anak Agung Gede Wiratama, M.Ag., didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Ida Ayu Putu Mirah Ulantari, S.Sos. Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Dalam sambutannya, Agung Wiratama menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak, termasuk anak dengan kebutuhan dan karakteristik yang beragam. Karena itu, pendidikan inklusi tidak sekadar menerima peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah, tetapi juga memastikan tersedianya layanan pembelajaran yang adaptif serta lingkungan sekolah yang menghargai setiap perbedaan.

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam keberhasilan pendidikan inklusi. Guru dituntut mampu memahami karakteristik peserta didik, mengidentifikasi kebutuhan belajar, menyesuaikan metode pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang mendorong seluruh siswa untuk terlibat aktif.

“Pendidikan inklusi bukan hanya tentang menerima peserta didik dengan kebutuhan khusus, tetapi bagaimana kita memahami keberagaman, memberikan layanan sesuai kebutuhan setiap anak, dan membangun budaya sekolah yang menghargai setiap perbedaan,” ujarnya.

Ia berharap workshop tersebut dapat menjadi momentum bagi para guru untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi dalam menerapkan pendidikan inklusi di jenjang sekolah dasar. Berbagai wawasan dan strategi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran maupun pendampingan peserta didik.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, memberikan manfaat, dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan ramah bagi semua anak,” tutupnya.(pk)