KEPALA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali Tjok Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani, Senin (2/2) mengatakan, dari 24 sekolah yang menjadi nominasi pelaksana UN Online Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hanya dua sekolah yang menyatakan siap yakni SMPN 1 Denpasar dan SMK TI Global Singaraja.
Dua sekolah ini, imbuhnya, sudah siap dan dinyatakan bisa memenuhi berbagai persyarakatan dari Kemendikbud baik menyangkut ketersediaan sarana prasarana seperti komputer, server dan spesifikasi teknis, tenaga lab komputer, dan berbagai persyaratan lainnya. Sementara 22 sekolah yang mengaku belum siap ini masih menghadapi banyak kendala terutama menyangkut kekurangan jumlah komputer sehingga memang tidak bisa melaksanakan UN Online tahun ini. Di sisi lain, dari Kemendikbud juga belum ada sosialisasi sehingga pihak sekolah merasa kelabakan.
Ia menambahkan, jika memang di tahun 2016 lebih banyak atau semua sekolah diarahkan melaksanakan UN Online, maka sarana prasarananya harus disiapkan dengan matang dari sekarang, utamanya menyangkut pengadaan komputer dan hal teknis lainnya. "Kalau UN Online menjadi kebijakan nasional dan serentak dilakukan di 2016, selama satu tahun perjalanan ini banyak hal yang harus disiapkan dan dikerjakan. Disdikpora kabupaten/kota harus mengecek dan memetakaan kesiapan sarana prasana dan pengelola masing-masing sekolah, termausk pelatihan kepada siswa," katanya. (putra)
03 Februari 2026
26 Maret 2026