Bertepatan dengan puncak HUT ke-36 SMPN 3 Denpasar, Rabu (1/4) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, meresmikan bank sampah Restu Bumi Alam SMPN 3 Denpasar. Di Bali, baru SMPN 3 Denpasar memiliki bank sampah.
Kadisdikpora Eddy Mulya mengacungkan jempol kepada SMPN 3 Denpasar yang memiliki bank sampah, sebagai kelanjutan deklarasi sebagai sekolah bebas sampah plastik. Edukasi hidup bersih ini, kata dia, pas dimulai dari peserta didik dan diikuti oleh masyarakat luas.
Terlebih gagasan pendirian bank sampah ini datang dari siswa didukung semua warga sekolah. Bahkan dia kagum atas pemaparan siswa setempat, Diah yang dengan gambalng menjelaskan pengolahan sampah menjadi pupuk organik.
Selain maju dalam lingkungan, Eddy Mulya didampingi Ketua DWP Disdikpora, Suwandewi Eddy Mulya juga kagum dengan kecerdasan anak-anak SMPN 3 Denpasar sebagai peneliti muda yang andal. Bahkan dari sampah siswanya merubah menjadi berkah. Di samping itu ikut membantu Kota Denpasar membedah rumah warga miskin.
Mendapat pujian yang demikian hebatnya, Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdhana, S.Pd., M.PSi., tetap tampil rendah hati. Dia berterimakasih apa yang dipikirkan mampu dilaksanakan secara bersama-sama. Bank sampah ini menunjukkan komitmen warga sekolah mencintai kebersihan dan lingkungan, apalagi menjadi duta Denpasar sebagai sekolah Adiwiyata se- Bali.
Bank sampah ini dijelaskannnya dikelola dan menjadi tanggung jawab siswa. Tiap kelas sudah disiapkan bak pemilihan sampah, hasilnya tiap hari ditimbang dan diuangkan di bank sampah. Hasil penjualan dijadikan kas kelas.
Ia menambahkan, sebagai insan pendidikan para siswa diharapkan mampu memberikan pengaruh dalam menjaga kebersihan lingkungan di masyarakat. Pendidikan disiplin terhadap lingkungan ini telah diterapkan Kasek Wayan Murdana, dengan merubah maindset seluruh keluarga besar sekolah yang memberlakukan kedisiplinnan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
SMPN 3 kini juga memiliki PKS ( Polisi Keamanan Sekolah) yang tiap hari bertugas mengatur lalin depan sekolah. Di samping itu program kerjasama dengan Polda Bali ini sangat penting saat dan setelah siswa yoga bersama. Inilah yang dia katakan sebagai upaya menjadi sekolah model pengembangan pendidikan karakter.
Di akhir acara diisi dengan penampilan atraksi antarkelas serta penyerahan piala bagi juara. Ketua Panitia HUT, Ni Ketut Suartari, S.Pd., menambahkan serangkaian HUT digelar olimpiade sains siswa SD se- Bali. Juga digelar jalan sehat, aneka lomba rekreatif antar siswa serta yoga bersama. (putra)