Keberadaan lembaga pelatihan dan PKBM (non formal) memiliki pengaruh besar dalam kaitan dengan pendidikan non formal karena sangat membantu menyelesaikan suatu hal yang tidak bisa diselesiakan di jalur pendidikan formal
‘’Pendidikan tidak bisa didesain hanya formal, karena sukses tidak hanya karena kemampuan formal tetapi juga keterampilan, sehingga dengan adanya lembaga-lembaga inilah diharapkan mampu mengembangkan kelebihan anak-anak yang terkadang tidak disadari di pendidikan formal,’’ tegas Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., Selasa (15/12) kemarin.
Menurut dia, peranan lembaga non formal dalam menggali potensi dan mematangkan keterampilan generasi muda di Kota Denpasar, karena keberadaan lembaga non formal tersebut sangat penting dalam mengenalkan tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 kepada masyarakat.
"Mungkin kita sering mengabaikan atau meremehkan pendidikan non formal, namun bagi para orang tua seharusnya pendidikan non formal itu juga sangatlah penting karena pendidikan formal merupakan suatu branding dari siswanya," ujarnya.
Ditegaskan Arnawa, menghadapi MEA, dunia pendidikan harus mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar kerja global. Demikian juga lembaga pendidikan yang menyedikan layanan pendidikan non formal harus mempersiapkan SDM yang berkompeten. ‘’Karena itu berbagai strategi pengembangan pendidikan perlu dilakukan agar kita tidak tertinggal jauh di belakang dan siap dalam menghadapi tuntutan persaingan global,’’ tegas Arnawa.
Lanjut dikatakan Arnawa, penyelenggara pendidikan khususnya pendidikan non formal diharapkan tumbuh dan berkembang atas prakarsa masyarakat sendiri, sehingga akan lebih berorientasi pada kebutuhan belajar masyarakat setempat dan masyarakat akan merasa lebih memiliki, yang selanjutnya kegiatan pembelajaran dapat berkelanjutan (countinuing learning) diharapkan terjadi secara optimal.
Sehubungan dengan hal itu, ujar Arnawa, pendidikan non formal perlu melakukan dan mengembangkan strategi-strategi baru sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan dan pengembangan sumber daya manusia agar menjadi manusia-manusia yang berkualitas, yang mampu menghadapi persaingan di era globalisasi. Di antaranya, memperkuat dan memberdayakan potensi masyarakat, serta meningkatkan koordinasi dan networking. ’’Era globalisasi menuntut kita untuk berpikir maju, berpikir rasional untuk menjadi pribadi yang kreatif serta inovatif,’’ tegasnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026