Menu

Film ‘’Restart’’ Karya Siswa Smansa Raih Juara I Nasional

  • Kamis, 28 Agustus 2014
  • 3279x Dilihat

SISWA SMAN 1 Denpasar (Smansa) mengukir prestasi luar biasa di akhir bulan Agustus ini. Siswa Smansa yang tergabung dalam Smansa Movie Crew berjaya meraih juara I nasional pembuatan film bercerita pendek.
Film ‘’Restart’’ yang digarap anak muda cerdas Smansa meraih juara I di ajang Festival Film Pelajar Nasional 2014 di Medan. Lomba ini diadakan Persatuan Artis Sinetron Indonedia (PARSI). Di ajang ini tim Smansa menyisihkan 29 peserta lainya dari seluruh Indonesia.
Selain sukses  meraih juara I umum film terbaik, juga  mendapat enam predikat terbaik dalam beberapa katagori. Meliputi predikat film terbaik, editing terbaik diraih Widhiarta, penata kamera terbaik, penulis cerita terbaik, peran utama pria terbaik diraih Govinda Gautama, dan sutradara terbaik (Gandhi Bramayusa).
Tim Smansa diperkuat 14 siswa, di antaranya Gandhi Bramayusa (sutradara), Deandra Kusuma (director of photography), Melinda Prabamitha (penulis cerita), Wira Kumara, Reza Aditya, Ratih Wijayanti (kameramen), Wisnu Kusuma dan Agus Satria Wibawa (sound director), Teja Prawita (asisten director), Kharisma Wibhisono dan Pradnya Pratiwi (manajer produksi), Bagus Wira Satria Praja dan Rico Pradana (produser), dan Satria Tri Murti (asisten sutradara).
Mereka di bawah binaan Dra. Putu Purwani. Hebatnya lagi, baru kali pertama ikut lomba, sudah juara. Siswa mengaku berterimakasih karena diberi peluang oleh kasek untuk mengikuti  ajang ini.
Gandhi Bramayusa dan Satria Tri Murti mengungkapkan film berdurasi 26 menit mengisahkan sosok remaja (Gilang diperankan Govinda Gautama) yang bermimpi diajak melakukan perbuatan tidak baik seperti kebut-kebutan, merokok sampai minum minuman keras. Namun demikian, ketika terbangun ia tersadar jika mimpinya itu tak hanya sia-sia dan menghancurkan masa depan. Ia pun berusaha untuk menghidar dari kelakukan salah pergaulan itu.
Cerita ini, kata Gandhi diharapkan bisa memotivasi generasi muda untuk menghidari perbuatan tak baik akibat salah pergaulan. Penggarapan film dilakukan sekitar satu bulan dengan mengambil syuting dilakukan di sekolah dan di Serangan.
Pembina Putu Purwani Laksmi mengaku bangga siswa Smansa mempunyai bakat terpendam dalam bidang seni film. Terlebih mereka berasal dari sejumlah ekskul di antaranya jurnalistik, teater angin, komputer serta marching band. Sehingga mampu mengukir prestasi di ajang bergengsi ini. ''Bangganya lagi, ini pertama kali mereka tak tanggung-tanggung menyabet juara satu nasional,'' ujarnya.
Prestasi ini, kata dia, menunjukkan sofs skill siswa Smansa sangat menonjol. Dengan soft skill semacam ini mereka tambah tampil pede. Makanya ia menyebut prestasi kejutan. Film pendek ini juga akan diputar perdana pada Gempita Karmany Smansa di GWK tanggal 20 September mendatang.
Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., dan Wakasek Humas, Putu Marta Sugiantara, menambahkan prestasi ini juga berkat mereka sukses memanajemen waktu secara seimbang. Dia berharap agar pengalaman ini bermanfaat bagi mereka dan  membuat dirinya lebih berkreasi.