Secara rutin SMK PGRI 4 Denpasar yang dikenal dengan sebutan Fourgriska mengadakan lomba TI yang diberi label ''Fourgriska IT Competition''. Tahun ini Fourgriska IT Competition memasuki tahun ke-7 dan bermakna khusus, karena selain lomba juga diisi pameran pendidikan dari kampus-kampus di Bali.
Pembukaan IT Competition dilakukan Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., Rabu (20/1) kemarin. Fourgriska IT Competition memperebutkan piala bergilir YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar, yang tahun lalu diraih SMPN 2 Kuta Utara. Acara yang akan berlangsung hingga 23 Januari nanti dihadiri Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., serta pembina SMK PGRI 4 Denpasar Ketut Kontra, Made Bandung dan Ketut Antara.
Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., mengungkapkan, lomba diikuti siswa SMP se-Bali untuk kategori desain poster, lomba Microsof word, exel dan power point. Tujuannya selain memberi penguatan kemampuan anak-anak di bidang TI, juga memperkenalkan keberadaan SMK PGRI 4 Denpasar sebagai sekolah pariwisata dan TI.
Ketut Suarya mengungkapkan, SMK PGRI 4 Denpasar yang membuka program keahlian Akomodasi Perhotelan, Multi Media dan Jasa Boga semuanya berbasiskan TI dan tersedia wifi gratis. Inilah yang menyebabkan sekolah ini diincar calon siswa baru. Saat ini student body sekolah ini mencapai 1.506 siswa.
Sekolah ini juga dikenal sebagai sekolah berstandar internasional dengan meraih sertifikat ISO 2008-9001, sekolah aliansi, dipercaya Kemendikbud sebagai calon sekolah rujukan dan sebagai sekolah Rintisan Kemitraan Keluarga.
Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar, Nengah Madiadnyana memberi penghargaan karena agenda Fourgriska IT Competition dilakukan secara berkelanjutan. Ia mengatakan, YPLP bangga dengan sekolah yang berbuat.
Inilah yang ia sebut sebagai sekolah hidup yang kuat kerjasamanya. Ia juga menyebutkan, sekolah yang bagus adalah sekolah yang IT-nya bagus, dan jika sudah IT-nya bagus pasti prestasi baik. Karenanya, Madiadnyana tambah bangga lagi SMK PGRI 4 Denpasar semakin berprestasi dan go nasional. Keunggulan ini patut disosialisasikan kepada siswa SMP dalam menentukan studi lanjut.
Alasannya, penguasaan TI dan komunikasi di era sekarang menjadi alat untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, khususnya di dunia pendidikan. Namun ia ingatkan penguasaan TI di dunia maya tak berbeda dengan penguasaan di dunia realita, yang mengedepankan nilai-nilai moral dan etika sesuai karakter bangsa. Ini yang ia sebut sebagai penguasaan TI yang ramah keluarga.
Dengan kemajuan TI, Kadisdikpora meminta dipakai siswa dan guru mempermudah menjalankan tugas-tugas sekolah termasuk koreksi guru lewat email. Namun demikian ia tetap tekankan penggunaan komunikasi lewat TI mengedepankan etika agar tak terjadi degradasi moral di kalangan siswa. Bahkan guru juga tak boleh kalah cepat dalam penguasaan TI dibandingkan siswanya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026