Menu

GUGUS JEPUN wakili Bali

  • Senin, 30 November 2015
  • 1081x Dilihat

Gugus PAUD Jepun yang sebagai duta Denpasar mewakili Bali pada Apresiasi Gugus PAUD Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015, divisitasi oleh Direktorat Pembinaan PAUD Kemendikbud, Sabtu (28/11) lalu. Visitasi yang dilaksanakan bertepatan dengan hari raya Saraswati tersebut dipusatkan di PAUD Loka Sari Banjar Tansiat, Denpasar.

Saat itu petugas visitasi dari Direktorat Pembinaan PAUD Kemendikbud, Dra. Lisbeth Napitupulu, M.Pd., diterima Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Purnawati Geriya. Turut mendampingi Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Denpasar Utara, Drs. Ketut Sundia; Ketua Gugus Jepun, IA Ketut Suastini, S.Pd., serta kepala PAUD imbas Gugus Jepun.

Ketua Gugus Jepun, IA Ketut Suastini, saat visitasi memaparkan keberadaan PAUD Loka Sari sebagai gugus inti. PAUD Loka Sari sudah berdiri 1972. PAUD Loka Sari sebagai PAUD inti Gugus PAUD Jepun, Denpasar Utara, terdiri tujuh PAUD imbas. Meliputi, PAUD Astiti, PAUD Bhuwana Sari, PAUD Bhuwana Kumara, PAUD Lumbung Sari, PAUD Kencana Sari, PAUD Wisma Sari dan PAUD Loka Nanda.

Suastini mengungkapkan, Gugus PAUD Jepun saat ini memiliki peserta didik 560 murid dengan pengajar 40 orang. Dari jumlah pengajar tersebut 17 orang telah tersertifikasi. Selain menanamkan kretivitas dan inovasi pada peserta didik, yang menarik dari keberadaan Gugus PAUD Jepun ini yakni 90 persen lembaga PAUD-nya berbasis banjar, sehingga mendapat dukungan penuh dari krama (warga) banjar.

Suastini menambahkan, dalam peningkatan mutu pendidikan, Gugus PAUD Jepun aktif dalam berbagai lomba kreativitas, berinovasi dalam penggunaan peralatan edukatif termasuk seni budaya. Tak lupa, SDM pendidik juga terus ditingkatkan lewat workshop dan pelatihan secara bergantian. Di bidang kelembagaan, Gugus PAUD Jepun juga aktif mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan membuat jamur crispy, membuat bokor dari koran bekas, pembelajaran sainstific, serta kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti asuhan.

Sementara Lisbeth Napitupulu mengapresiasi manajemen, program serta keunikan yang dimiliki Gugus PAUD Jepun. Ia kagum dengan permainan edukatif yang dimiliki Gugus PAUD Jepun. Ini yang tidak dia temui di Gugus PAUD lainnya.

Lisbeth menambahkan, pendidikan anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap konsisten dan berkelanjutan. PAUD memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan pada anak. Lebih lanjut pembinaan gugus PAUD diharapkan dapat meningkatkan mutu dan eksistensi PAUD itu sendiri.