Guru merupakan kunci keberhasilan dari implementasi Kurikulum 2013 (K-13). Sehebat apapun kurikulum yang diterapkan bila tidak didukung sumber daya manusia (SDM) guru yang mumpuni maka akan sia-sia. Sebaliknya penerapan K-13 bisa berhasil dengan baik, apabila guru telah benar-benar mampu mengimplementasikan K-13 secara baik dan benar.
''Kuncinya, guru harus banyak belajar dan berlatih,'' ujar Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, saat membuka pembekalan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Kota Denpasar, Rabu (21/10) kemarin di SMAN 5 Denpasar.
Ia mengajak agar guru lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar. Meski ia menyadari sejauh ini masih ada guru yang mengeluh akan kesulitan mencari informasi/referensi akan K-13. ‘’Guru merupakan pelaku utama dan ujung tombak implementasi K-13 melalui proses pembelajaran. Maka dari itu, guru menjadi penentu suksesnya K-13 di lapangan,’’ tegasnya.
Makanya, lanjut Wayan Supartha, Disdikpora terus memberikan pelatihan K-13 dan pendampingan terhadap guru-guru, agar mampu mengimplementasikan K-13 secara maksimal dengan cara terus belajar dan menambah pengetahuan dan wawasan terhadap K-13. Pembekalan ini juga diharapkan mampu mengubah performance guru agar lebih matang memahami K-13, terutama terkait dengan empat kompetensi dasar guru, pedagogik, professional, sosial dan kepribadian.
‘’Jika guru sudah menguasai kompetensi dasar, maka pergantian kurikulum tidak menjadi masalah. Guru akan tetap piawai mengajar dengan model kurikulum berbeda jika pondasinya sudah kokoh,’’ tegasnya.
Diharapkan Wayan Supartha, TPK ini nantinya dapat memberi pendampingan serta monev pada guru. Dengan kemampuan lebih yang dimiliki para TPK ini, dapat dijadikan sandaran bagi guru-guru untuk bertanya tentang K-13. Sehingga guru menjadi pandai meramu suatu proses pembelajaran yang efektif, dan kaya metode dan strategi pembelajaran yang pada akhirnya bisa membawa suasana kelas menjadi kondusif. ‘’Intinya guru dituntut harus terus mengupdate ilmu, agar lebih terampil dan profesional dalam mengajar," ucapnya.
Kasi Kurikulum Bidang Dikmen Ni Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., menambahkan, pembekalan TPK Kota Denpasar diikuti sebanyak 80 peserta terdiri dari KKPS SD, SMP, SMA dan SMK, Ketua MKKS SMP, SMA/SMK, kepala sekolah serta guru SD dan masing-masing guru mata pelajaran. Kegiatan berlangsung selama 4 hari hingga 24 Oktober mendatang.
03 Februari 2026
26 Maret 2026