Menu

Guru dituntut meningkatkan wawasan dan kompetensinya untuk menghadapi MEA

  • Kamis, 03 Desember 2015
  • 2896x Dilihat

Dunia pendidikan menghadapi banyak tantangan menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi MEA, terutama sumber daya manusia (SDM) yang baik.

‘’Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), guru dituntut memiliki wawasan luas dan profesional. Tenaga pendidik harus mempunyai kualitas dan kapebilitas yang baik agar mampu bersaing dengan tenaga pendidik dari luar negeri,’’ ujar anggota Komisi IV DPRD Bali A.A. Ngurah Gede Widiada, Selasa (1/12) kemarin.

Widiada menambahkan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang menuntut guru senantiasa meningkatkan wawasan dan kompetensinya karena hal itu akan berkaitan langsung dengan kualitas guru bersangkutan. Guru yang berkualitas berperan sangat penting dalam menyiapkan SDM yang berkualitas pula. “Di era persaingan global yang makin kompetitif ini, masalah kualitas itu tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Widiada menegaskan, peningkatan kompetensi guru juga penting untuk dilakukan yakni kompetensi pedagogik (kemampuan guru mengajar dan memahami karakter siswa), kompetensi kepribadian (kemampuan guru yang sesuai tata nilai dan norma dalam masyarakat), kompetensi sosial (kemampuan berkomunikasi, pandai bergaul dan toleran) dan kompetensi profesional (kemampuan dalam proses pembelajaran).

“Peningkatan kompetensi guru ini bisa dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Ketersediaan guru-guru yang berkualitas ini merupakan modal utama untuk mencetak generasi-generasi tangguh dalam menghadapi persaingan global yang makin kompetitif,” ujarnya.

Mengingat peran guru yang sangat sentral tersebut, Widiada mengaku sepakat jika guru wajib diberi jaminan kehidupan yang layak dari pekerjaannya seperti halnya para profesional di bidang lainnya. Dengan begitu, program profesionalisme guru ini tidak sebatas labelisasi semata karena antara hak dan kewajiban berjalan seimbang.

Pengelisir Puri Peguyangan, Denpasar ini juga berharap pemerintah melalui Disdikpora baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota membantu para guru meningkatkan kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian tindakan kelas sehingga mereka mampu memecahkan secara mandiri permasalahan yang dialami dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Tentunya, instansi yang membidangi masalah pendidikan ini secara terprogram dan tersistematisasi harus merancang kegiatan workshop untuk kepentingan tersebut.

“Jika penelitian sudah menjadi budaya para guru, tentunya hal ini akan mendorong munculnya inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat langsung di dunia pendidikan itu sendiri yakni para guru,” tegasnya.